Senin, 29 Mei 2017

Menko Polhukam akan lancarkan operasi yustisi tindak penyebar hoax

Kamis, 16 Februari 2017 15:14

Foto: elshinta.com/Dody Foto: elshinta.com/Dody
Ayo berbagi!

Menko Polhukam, Wiranto mengatakan, pembentukan Satgas Propaganda, Agitasi dan Provokasi (ProApro), dibentuk untuk memerangi bahaya dan ancaman kabar-kabar bohong atau hoax yang meresahkan masyarakat dan menggangu eksistensi negara. 

Satgas yang berada di bawah Kemenko Polhukam ini akan melakukan beberapa aksi untuk mencegah penyebaran berita palsu ini.

"Pertama, kita lawan opini yang dibangun propaganda itu dilawan dengan satu kebenaran faktual. Sebab isu hanya bisa dinetralisir oleh fakta," kata Wiranto di Hotel Royal Kuningan, Jalan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/2).

Kemudian, ia menambahkan, "Kedua, menelusuri sumbernya siapa, apakah ini kegiatan kelompok teroganisir atau badan-badan tertentu yang ganggu kegiatan negara," ucapnya.

Selain itu, satgas ini nantinya akan menindak oknum-oknum yang terlibat dalam kegiatan propaganda tersebut termasuk membersihkan sumber-sumber tempat propaganda ini dilancarkan.

"Ketiga operasi yustisi, ditindak oknum-oknum, orang-orang, kelompok-kelompok yang melaksanakan kegiatan seperti ini," jelasnya.

"Keempat, sumber-sumber yang menampung agitasi, propaganda itu dilibas ini sudah berjalan sebenarnya tapi masih belum massif dan belum terorganisir dengan baik," imbuhnya.

Wiranto mengatakan, memerangi kabar yang menyesatkan di media sosial bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas dari semua elemen termasuk masyarakat.

"Makanya kita mengajak untuk bersama-sama, untuk memerangi berita hoax inilah, berita palsu, berita bohong yang justru akan meresahkan masyarakat tapi juga akan menganggu eksistesi pemerintah dalam melaksanakan kewajibannya," ujarnya. (dody/Der) 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar