Selasa, 25 Juli 2017

Total pendapatan asuransi jiwa tumbuh 57,4 persen

Kamis, 16 Februari 2017 15:43

Ayo berbagi!

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa pada 2016 mencapai Rp208,92 triliun atau tumbuh 57,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp132,74 triliun.

"Dengan hasil perolehan ini, dapat digarisbawahi bahwa industri asuransi jiwa nasional terus bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan didasari antara lain oleh tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa yang meningkat," kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/2).

Ia menuturkan, total pendapatan premi merupakan penyumbang terbesar terhadap total pendapatan industri asuransi jiwa. Pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan membuat total pendapatan premi di 2016 mengalami peningkatan sebesar 29,8 persen menjadi Rp167,04 triliun dibandingkan periode yang sama di 2015 Rp128,66 triliun.

Meningkatnya total pendapatan premi didukung oleh pertumbuhan pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang mengalami pertumbuhan sebesar 74,1 persen serta berkontribusi sebesar 43,3 persen dari keseluruhan total pendapatan premi industri asuransi jiwa.

Sementara itu, dari saluran distribusi keagenan meningkat sebesar 6,2 persen dan saluran distribusi alternatif meningkat 14,7 persen, masing-masing memberikan kontribusi 38,9 persen dan 17,7 persen.

Total pendapatan industri asuransi jiwa juga ditopang hasil investasi yang meningkat pesat sebesar 2.145,5 persen dari sebelumnya -Rp1,66 triliun menjadi Rp33,94 triliun.

"Semakin baiknya pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turut memengaruhi hasil investasi industri asuransi jiwa terkait pasar modal. Kondisi ini juga sedikit banyak memberikan gambaran akan semakin membaiknya iklim investasi di Indonesia," ujar Hendrisman.

Investasi industri asuransi jiwa didominasi oleh investasi dalam bentuk saham dan reksadana masing-masing porsinya 29,3 persen dan 31,9 persen dari jumlah investasi Rp395,96 triliun. Kemudian diikuti oleh Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito masing-masing 14,7 persen dan 12,6 persen. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar