Rabu, 22 Februari 2017

Neta : 'Jika kasus Antasari dibuka lagi kapolda Metro Jaya harus dinonaktifkan'

Kamis, 16 Februari 2017 16:55

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.
Ayo berbagi!

Indonesian Police Watch (IPW) mendukung 1000 persen kasus Antasari dibuka lagi.  Kunci jawaban dari apa yang dipaparkan Antasari itu  ada di irjen Iriawan dan Kapolda Metro Jaya saat itu serta Kapolri waktu itu. Jika kasus ini hendak dibuka lagi para petinggi Polri itu harus diperiksa.

“Tapi apa mungkin Polri mau memproses kasus yang diungkap Antasari ini dengan tuntas? Mengingat para penyidik Polri yang menangani kasus kematian Nazaruddin sudah menjadi pejabat tinggi di institusinya, ” kata Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch dalam rilis tertulis, Kamis (16/2).

Ia menambahkan, “Jika kasus Antasari  mau dibuka lagi  maka Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan harus dinonaktifkan dari jabatannya agar tidak terjadi konflik kepentingan. Sebab saat itu Iriawan lah sebagai Direskrimum yang mempimpin penanganan kasus kematian Nazaruddin dan menangkap Antasari,” paparnya.

Menurutnya,  melihat semua itu tentu sangat mustahil untuk membuka kembali kasus kematian Nazarudin dan membuka apa yang diungkap Antasari. Risikonya jika Polri tidak menuntaskan kasus ini secara transparan, Antasari harus siap siap menghadapi laporan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tuduhan fitnah, pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter oleh mantan presiden tersebut.

“Sebagai mantan Jaksa dan mantan ketua KPK, Antasari hrsnya berpikir ulang untuk membuat tuduhan pada SBY karena pada dasarnya tuduhan itu akan sulit dibuktikan dan kuncinya ada di Polri yangg tentunya Polri tidak akan mau memberikan kunci itu,”ungkapnya.

Sementara orang-orang yang disebutkan Antasari tentu akan membantah semua ucapan mantan Ketua KPK tersebut karena tidak ada bukti yang menguatkan. Akibatnya Antasari akan terjepit sendiri karena akan dilaporkan SBY telah melakukan fitnah, pencemaran nama baiknya.

Apalagi di sepanjang pemeriksaan, baik di Polri maupun di Pengadilan, tidak pernah disebutkan kasus kematian Nazaruddin dan kasus penangkapan Antasari berkaitan dgn kasus penangkapan Aulia Pohan.

“Bahkan di pledoinya pun , Antasari tidak pernah mengungkapkan hal ini. Terlepas dari hal itu babak baru kasuss kematian Nazaruddin ini menarik untuk dicermati,”tandasnya. (Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar