Rabu, 29 Maret 2017

Bantuan hukum KBRI pada Siti Aishah terkait pembunuhan tokoh Korea Utara

Kamis, 16 Februari 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Perempuan terkait Korut
REX/SHUTTERSTOCK
Foto yang diambil dari kamera pemantau -tak jelas apakah dia warga Indonesia itu atau perempuan tersangka satu lagi.

KBRI mengirim tim ke Selangor, Malaysia, untuk memberi bantuan hukum bagi Siti Aishah yang ditangkap di Malaysia terkait dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

Sebelumnya, Kepolisian Kerajaan Malaysia mengumumkan telah menangkap Siti Aishah, perempuan kelahiran Serang, Banteng yang paspornya dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat (bukan Serang seperti diberitakan BBC sebelumnya).

Ia diidentifikasi dari rekaman CCTV, video pengawas di bandara. Menurut polisi, ia sedang sendirian ketika ditangkap.

Penyelidikan terhadap Siti Aishah masih dilanjutkan kata Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Sri Khalid bin Abu Bakar.

Direktur Perlindungan WNI dari Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan aparat Malaysia, "terkait adanya pemberitaan mengenai ditangkapnya seorang perempuan pemegang paspor Indonesia yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang laki-laki asal Korea Utara," kata Lalu dalam pernyataan tertulisnya.

Secara resmi, memang korban pembunuhan itu masih diacu sebagai 'pria Korea Utara.' Polisi Malaysia dan pihak Korea Utara belum mengukuhkan bahwa 'lelaki Korea' yang bepergian dengan nama Kim Chol itu memang benar Kim Jong-nam, namun Korea Selatan sudah memastikannya.

"Berdasar data diri yang disampaikan oleh otoritas keamanan Malaysia, KBRI telah melakukan verifikasi dan berdasarkan data sementara yang ada di KBRI perempuan tersebut berstatus WNI," tambah Lalu Muhammad Iqbal.

"Menindaklanjuti hasil verifikasi tersebut, KBRI telah meminta akses kekonsuleran kepada Pemerintah Malaysia untuk dapat memberikan pendampingan dalam rangka memastikan hak-hak hukumnya terpenuh." katanya pula, seraya menambahkan bahwa staf KBRI sudah dikirimkan ke Selangor.

Sementara itu, Imigrasi Serang, Provinsi Banten, yang disebut-sebut mengeluarkan paspor untuk Siti Aishah, mengatakan, nama itu tak ada dalam arsip mereka.

Muhammad Sungeib dari Kantor Imigrasi Serang mengatakan, "Kami sudah memeriksa arsip kami, namun nama Siti Aishah dengan data tanggal lahir itu, tidak ada catatan pembuatan paspornya," katanya.

"Tak ada arsip tentang pembuatan paspor untuk nama itu dengan tanggal lahir itu di Kantor Imigrasi Serang. Tapi paspor bisa juga dibuat di tempat lain, di mana saja," katanya kepada BBC.

Dibunuh dengan bahan kimia?

Sejauh ini, penyebab kematian Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dan siapa pembunuhnya masih menjadi tanda tanya. Sejumlah saksi mata menyebut Jong-nam telah diracun, namun hal ini masih harus dipastikan melalui uji forensik.

Polisi Malaysia dan pihak Korea Utara belum mengukuhkan bahwa 'lelaki Korea' yang bepergian dengan nama Kim Chol itu memang benar Kim Jong-nam, namun Korea Selatan sudah memastikannya.

SIti AIshah Korea Utara
ROYAL MALAYSIAN POLICE
Pengumuman penangkapan Siti Aishah, yang disebut warga Indonseia asal Serang.

Disebutkan, polisi Malaysia sudah menuntaskan pemeriksaan jenazah Kim, namun tak jelas apakah hasilnya akan diumumkan.

Sejauh ini, kata Kepala Polisi Selangor, Abdul Samah Mat, tak ada permintaan dari Korea Utara untuk mengirimkan jenazah Kim.

"Ada petugas Kedutaan Korea Utara datang, tapi tak ada permintaan itu," katanya.

Diserang dua perempuan

Kim Jong-nam disebutkan tewas setelah diserang oleh dua perempuan, dengan campuran zat kimia tertentu di Bandara Kuala Lumpur.

Perempuan pertama, berpaspor Vietnam, dijadwalkan untuk ditanyai pengadilan.

Sebuah gambar dengan resolusi rendah yang diambil dari kamera pemantau di bandara menunjukkan seorang perempuan mengenakan kaus bertuliskan 'LOL' di bagian depannya.

Tidak jelas, apakah perempuan itu adalah Siti Aishah, atau perempuan lain. Polisi menyebut, mereka masih mencari 'beberapa' tersangka lain.

Motif masih gelap

Berbagai spekulasi menyebut, Kim dibunuh atas perintah pemerintah Korea Utara, namun belum ada bukti yang mendukung.

Kim Jong-nam hidup jauh dari sorotan publik dan disebut banyak menghabiskan waktu di luar negeri, terutama di Makau, Cina daratan, dan Singapura, sejak dilangkahi oleh adik tirinya dalam pergantian kekuasaan, saat ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011.

Dikabarkan, peluangnya untuk menjadi pemimpin Korut, menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il, sejak ketahuan menggunakan paspor palsu untuk mengunjungi Disneyland di Tokyo.

Korea Utara
BBC
Inilah dia para elit Korea Utara di lingkungan pemimpin tertingginya.

Sejak dilangkahi oleh adik tirinya dalam pergantian kekuasaan, saat ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011, Kim Jong-nam hidup jauh dari sorotan publik. Dia menghabiskan waktunya di luar negeri, terutama di Makau, Cina daratan, dan Singapura.

Belakangan dia mulai berbicara tentang soal kekuasaan dinasti Kim di Korea Utara, bahkan menulis buku yang diterbitkan 2012, yang mengutarakan ketidakyakinannya terhadap kualitas kepemimpinan adik tirinya, Kim Jong-un.

Namun, pada saat bersamaan, dia mengatakan tidak tertarik memikul tanggung jawab kepemimpinan.

korut
Getty Images
Bukan kali pertama Korut terlibat dalam pembunuhan, penculikan, dan penyerangan yang melibatkan agen rahasia.

Apakah Kim Jong-nam benar dibunuh?

Kim Jong-nam dilaporkan telah menjadi target pembunuhan selama beberapa waktu terakhir.

Seorang mata-mata Korut yang dipenjara di Korsel pada 2012 dilaporkan mengaku mengatur pembunuhan terhadap Kim Jong-nam yang tampak seperti kecelakaan tabrak-lari.

Bukan kali pertama Korut terlibat dalam pembunuhan, penculikan, dan serangan yang melibatkan agen rahasia.

Pada 1968, sebanyak 31 prajurit elite Korut dikirim ke Korsel untuk menembus rumah dinas kepresidenan dan membunuh Presiden Park Chung-hee. Upaya itu gagal dan sebagian besar prajurit Korut dibunuh.

Lalu pada 1970-an dan 1980-an, sejumlah warga Jepang diculik oleh agen rahasia Korut untuk melatih mata-mata Korut budaya dan bahasa Jepang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar