Jumat, 21 Juli 2017

Kasus ornamen Natal, penasehat hukum RZ keberatan terkait dakwaan JPU

Kamis, 16 Februari 2017 21:48

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Hakim Pengadilan Negeri Jambi memutuskan menunda sidang perdana dalam perkara dugaan penistaan agama di Hotel Novita Jambi akhir Desember 2016 lalu atas terdakwa RZ (19), sampai pekan depan.

Keputusan tersebut menyusul permohonan dari Kuasa Hukum RZ yang tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum.

Kontributor Elshinta, Aldi Saputra melaporkan, dalam sidang yang digelar Kamis (16/2), JPU dihadapan majelis hakim mengatakan RZ tidak ditahan selama masa penyidikan. Kenyataan dilapangan RZ ditahan sejak tanggal 31 Januari 2017 sampai sekarang.

Suratno Ketua Gabungan Advokat Mulis Jambi mengatakan, ada beberapa poin berkaitan dengan materi dakwaan Jaksa penuntum umum, satu diantaranya jaksa mengatakan dalam penyidikan terdawa tidak pernah ditahan. Faktanya terdakwa selama ini tidak pernah pulang ke rumah.

Setelah itu, Hakim pun mempersilakan kuasa hukum untuk menyampaikan keinginan atau permohonan. Dan hasil kesepakatan siding akan dialnjutkan pada 21 Februari 2017 mendatang.

Diketahui Riza Azwen, terdakwa dugaan penodaan agama, dengan cara menulis ornamen lafadz Allah, di sebuah hotel di kawasan Pasar Jambi, beberapa waktu lalu,  Kamis (16/2) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jambi. Sidang dipimpin majelis hakim Barita Saragih.

Dalam sidang perdana itu, terdakwa didampingi 14 penasehat hukum, sesuai dengan yang diajukan kepada majelis hakim.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar