Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tiongkok Berupaya Ciptakan 40 Juta Hektar Lahan Pertanian Berstandar Tinggi Selama Repelita Ke-13

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Kementerian Tanah dan Sumber Daya Tiongkok dan Komisi Pembangunan dan Reformasi Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan "Rancangan Remediasi Tanah Nasional Tahun 2016-2020". Rancangan tersebut menyebutkan bahwa selama Repelita Ke-13, Tiongkok akan menjamin penciptaan sekitar 266,6 juta hektar lahan pertanian dan membangun 40 juta hektar lahan pertanian berstandar tinggi di seluruh negeri. <p>Sejak UU Administrasi Tanah Tiongkok dilaksanakan pada tahun 1999, telah disebutkan "negara mendukung remediasi tanah". Hingga "Rancangan Remediasi Tanah Negara Tahun 2011-2015" putaran baru yang disusun selama repelita ke-12, ide remediasi tanah Tiongkok perlahan-lahan menjadi jelas. Di atas dasar mempertahankan sistem perlindungan lahan garapan yang terketat dan sistem penggunaan tanah secara hemat yang terketat, "Rancangan Remediasi Tanah Negara Tahun 2016-2020" telah menentukan target utama selama Repelita ke-13, yaitu mempercepat pembangunan lahan pertanian berstandar tinggi, menjamin peningkatan jumlah dan kualitas lahan garapan secara menyeluruh, mencapai hasil positif di bidang remediasi penggunaan tanah untuk pembangunan kota dan desa, mengintensifkan remediasi dalam reklamasi lahan garapan dan ekologi tanah, serta lebih lanjut meningkatkan pembangunan sistem dan kemampuan remediasi tanah. Direktur Badan Perancangan Kementerian Tanah dan Sumber Daya, Zhuang Shaoqin menerangkan bahwa mempercepat pembangunan lahan pertanian berstandar tinggi merupakan target pertama. <p>Dia mengatakan bahwa rancangan kali ini berfokus mengubah rancangan remediasi tanah menjadi sebuah platform yang mendorong koordinasi antara kota dan desa, khususnya mendorong urbanisasi tipe baru dan pembangunan pedesaan yang komprehensif, berbasis dan dapat dilaksanakan. <p>Wakil Direktur Badan Kawasan Komisi Perkembangan dan Reformasi Negara, Zhang Dongqiang memperkenalkan bahwa remediasi tanah pembangunan di kota dan desa yang disebut dalam rancangan kali ini menitikberatkan penghematan tanah, memprioritaskan fungsi struktur tanah di kota dan desa serta meningkatkan kualitas dan efisiensi penggunaan tanah melalui remediasi tanah, guna mendorong pengintegrasian kota dan desa.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Kementerian Tanah dan Sumber Daya Tiongkok dan Komisi Pembangunan dan Reformasi Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan "Rancangan Remediasi Tanah Nasional Tahun 2016-2020". Rancangan tersebut menyebutkan bahwa selama Repelita Ke-13, Tiongkok akan menjamin penciptaan sekitar 266,6 juta hektar lahan pertanian dan membangun 40 juta hektar lahan pertanian berstandar tinggi di seluruh negeri. <p>Sejak UU Administrasi Tanah Tiongkok dilaksanakan pada tahun 1999, telah disebutkan "negara mendukung remediasi tanah". Hingga "Rancangan Remediasi Tanah Negara Tahun 2011-2015" putaran baru yang disusun selama repelita ke-12, ide remediasi tanah Tiongkok perlahan-lahan menjadi jelas. Di atas dasar mempertahankan sistem perlindungan lahan garapan yang terketat dan sistem penggunaan tanah secara hemat yang terketat, "Rancangan Remediasi Tanah Negara Tahun 2016-2020" telah menentukan target utama selama Repelita ke-13, yaitu mempercepat pembangunan lahan pertanian berstandar tinggi, menjamin peningkatan jumlah dan kualitas lahan garapan secara menyeluruh, mencapai hasil positif di bidang remediasi penggunaan tanah untuk pembangunan kota dan desa, mengintensifkan remediasi dalam reklamasi lahan garapan dan ekologi tanah, serta lebih lanjut meningkatkan pembangunan sistem dan kemampuan remediasi tanah. Direktur Badan Perancangan Kementerian Tanah dan Sumber Daya, Zhuang Shaoqin menerangkan bahwa mempercepat pembangunan lahan pertanian berstandar tinggi merupakan target pertama. <p>Dia mengatakan bahwa rancangan kali ini berfokus mengubah rancangan remediasi tanah menjadi sebuah platform yang mendorong koordinasi antara kota dan desa, khususnya mendorong urbanisasi tipe baru dan pembangunan pedesaan yang komprehensif, berbasis dan dapat dilaksanakan. <p>Wakil Direktur Badan Kawasan Komisi Perkembangan dan Reformasi Negara, Zhang Dongqiang memperkenalkan bahwa remediasi tanah pembangunan di kota dan desa yang disebut dalam rancangan kali ini menitikberatkan penghematan tanah, memprioritaskan fungsi struktur tanah di kota dan desa serta meningkatkan kualitas dan efisiensi penggunaan tanah melalui remediasi tanah, guna mendorong pengintegrasian kota dan desa.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com