Minggu, 19 November 2017

Terbelit berbagai skandal, calon Menaker AS pilihan Trump mundur

Jumat, 17 Februari 2017 04:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Trump dan Andy
Reuters
Andrew Puzder (kanan) menjadi kandidat menteri pertama yang gagal meraih kursi di kabinet.

Setelah melalui sidang dengar pendapat yang panjang, pencalonan Menteri Tenaga Kerja yang diajukan Presiden Donald Trump akhirnya dibatalkan.

Andrew Puzder kehilangan dukungan sejumlah senator Partai Republik setelah ia mengaku mempekerjakan pendatang gelap sebagai pembantu di rumahnya.

Sang miliarder makanan cepat saji itu juga dikecam untuk ucapan-ucapan yang melecehkan sejumlah perempuan dan karyawan di restorannya.

Ia menjadi calon menteri Trump pertama yang gagal memperoleh persetujuan senat.

Dampak perceraian pada tahun 1980 juga merecokinya.

Baru-baru ini terungkap bahwa mantan istrinya, Lisa Fierstein, muncul dengan identitas dilindungi, sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga dalam acara Oprah Winfrey yang berjudul High Class Battered Women tahun 1990.

Mereka berpisah pada tahun 1987, tapi demi kesepakatan hak asuh anak, Lisa Ferstein mencabut kasus KDRT itu.

Menaker AS
Getty Images
Beberapa karyawan di jaringan restoran cepat saji burger seperti Carl Jr dan Hardee mengklaim bahwa mereka menjadi korban dari pencurian upah atau pelecehan seksual.

Dalam surat yang dikirimkan untuk sidang komite Senat tanggal 18 Januari yang dimaksudkan untuk penetapan pencalonan sang politikus pilihan Trump, Fierstein mengatakan: "Andy tidak pernah dan tidak kasar atau melakukan kekerasan."

Tapi Susan Collins, salah satu dari sejumlah senator Republik yang turut menarik dukungan untuk Puzder, menuturkan rekaman wawancara mantan istrinya masuk ke dalam pertimbangannya.

Kepada wartawan, Senin (13/2) ia mengatakan: "Saya menonton acara Oprah Winfrey selama satu jam dimana mantan istrinya muncul dan saya mengkaji pula informasi-informasi lain."

Rekaman wawancara itu kemudian dihadirkan di depan para anggota panel Senat.

Penolakan pemimpin restoran CKE untuk menaikkan upah minimum, aturan lembur dan waktu rehat bagi para karyawannya juga memicu kemarahan serikat-serikat buruh.

Beberapa karyawan di jaringan restoran cepat saji burger seperti Carl Jr dan Hardee mengklaim bahwa mereka menjadi korban dari pemotongan atau pencurian upah, juga pelecehan seksual di tempat kerja.

Senator Partai Republik dari South Carolina Tim Scott mengatakan, dirinya enggan memberi suara untuk menyokong Puzder.

"Saya memiliki keprihatinan serius soal pencalonannya setelah fakta tentang pembayaran gaji karyawan, tenaga kerja ilegal, dan beberapa komentar soal tenaga kerja Amerika terungkap," katanya.

Richard Trumka, presiden serikat AFL-CIO, berpendapat bahwa Puzder tidak akan melindungi karyawan yang menentang industrinya sendiri.

"Bagaimana mungkin ia bisa tampil dan membela para pekerja?" katanya.

Puzder juga dikritik karena iklan seronok yang menampilkan model berbikini yang sedang menyantap rakus makanan cepat saji.

Dalam siaran pers tahun 2011 ia berdalih tentang strateginya : "Kami menampilkan model seksi dalam iklan kami, karena orang-orang jelek tidak bisa membuat burger jadi laku."

Tapi mungkin yang paling merusak citranya, adalah saat ia mengakui tidak membayar pajak pembantu rumah tangga yang bekerja untuknya sampai lima tahun sebagai pendatang yang tak berdokumen.

Ia kemudian kembali membayar pajak setelah dicalonkan sebagai Menteri Tenaga Kerja oleh Trump.

"Saya mendukung sepenuhnya presiden dan timnya yang sangat berkualitas," kata Puzder dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/2), saat ia menegaskan pengunduran dirinya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar