Selasa, 22 Agustus 2017

Lanjut ke Putaran Kedua, Pilkada Jakarta Berlangsung Aman

Jumat, 17 Februari 2017 07:10

(Courtesy: AustraliaPlus) Petugas TPS menunjukkan kertas suara dalam Pilkada Jakarta, Rabu 15 Februari 2017. (Courtesy: AustraliaPlus) Petugas TPS menunjukkan kertas suara dalam Pilkada Jakarta, Rabu 15 Februari 2017.
Ayo berbagi!

Gubernur petahana Basuki Thaja Purnama yang berasal dari minoritas Kristen diperkirakan akan maju ke putaran kedua berdasarkan hasil perhitungan tidak resmi Pilkada Jakarta. Pilkada yang berlangsung Rabu (15/2/2017) dilaporkan berlangsung aman.

Hasil hitung cepat atau "quick counts" yang dilakukan sejumlah lembaga polling dan media menyebutkan pasangan Ahok-Djarot memimpin perolehan suara pada kisaran 40-43 persen.

Untuk bisa dinyatakan sebagai pemenang Pilkada DKI haruslah memenangkan 50 persen lebih suara.

Perhitungan resmi KPUD Jakarta diperkirakan baru akan selesai akhir bulan ini, namun menurut pengalaman biasanya hasil "quick counts" cukup akurat.

Sekitar 80 persen warga DKI yang berhak memilih datang ke TPS-TPS. Polisi menyatakan pencoblosan berlangsung aman.

Electoral workers at a Jakarta polling station the election forĀ governorĀ of the Indonesian capital.
Petugas TPS menunjukkan kotak suara dalam keadaan kosong sebelum memulai pencoblosan dalam Pilkada Jakarta, Rabu 15 Februari 2017.

AP: Achmad Ibrahim

Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dalam hitungan "quick counts" itu menempati urutan kedua dengan perkiraan perolehan suara 39 persen, selisih sekitar 3 persen dari Ahok-Djarot.

Anies diperkirakan berhasil mendapatkan suara pemilih komsevatif, dan menempatkan pasangan Agus-Sylvi di urutan ketiga dengan perkiraan perolehan suara tidak lebih dari 20 persen.

Kampanye Agus Yudhoyono menghadapi masalah di hari-hari terakhir, membuat ayahnya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menjawab tuduhan termasuk mengenai korupsi.

Sedangkan Ahok di sisi lain, masih menghadapi proses persidangan dengan dakwaan penistaan agama yang diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Dia bisa menjalani kampanye yang berat di tengah aksi massa yang menentangnya dimana kelompok organisasi Islam garis keras mendesak agar Ahok dipenjarakan.

Dalam salah satu aksi yang berlangsung pada November 2016 di akhir aksi terjadi kericuhan dan sejumlah orang cidera. Ada yang meninggal namun tidak terkait dengan kericuhan tersebut.

Kelompok yang dipimpin FPI juga menyatakan bahwa Alquran melarang orang Islam memilih pemimpin Kristen.

Persidangan Ahok dan kampanye Pilkada yang berpotensi memecah-belah dipandangan sebagai ujian bagi kalangan moderat di negara mayoritas Muslim ini.

Presiden Joko Widodo menjadi presiden dari posisi sebagai gubernur Jakarta sehingga posisi ini dipandang sebagai posisi politik yang sangat penting.

Dalam wawancara dengan Program 7.30 ABC tahun lalu, Ahok mengakui memang ingin menjadi presiden Kristen pertama di Indonesia.

Diterbitkan Pukul 10:30 AEST 16 Februari 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar