Rabu, 18 Oktober 2017

New York Fashion Week

Menggelar show di New York, Anniesa Hasibuan menggunakan model imigran

Jumat, 17 Februari 2017 09:19

Sebagian koleksi Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week (foto: Afida Sukma) Sebagian koleksi Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week (foto: Afida Sukma)
Ayo berbagi!

Kalau pada tahun lalu Anniesa membawakan tema D'Jakarta, maka kali ini Anniesa mengusung tema Drama, the elegance of touch and beauty (Drama, sentuhan dan keindahan yang elegan). Setiap koleksi yang ditampilkan menunjukkan perasaan wanita dalam menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari yang penuh drama. “Ini filosofi tentang wanita yang mempunyai berbagai perasaan seperti bahagia, sensitif, senang atau sedih namun dibalik kelemahannya tetap tegar dan mampu menghadapinya dengan elegan. Secara pribadi aku juga seperti itu. Lebih ke feeling perempuan”, penjelasan Anniesa saat persiapan menuju gedung pertunjukan The Skylight Clarkson Square, di Manhattan, New York.

Duapuluh empat model profesional dari New York tampil elegan membawakan empat puluh delapan koleksi busana muslim terbaru dari desainer muslim Indonesia, Anniesa Hasibuan. Para model mengenakan hijab yang dipadukan dengan berbagai asesoris seperti sarung tangan, outer wear dan lainnya. Ini adalah penampilan kedua dari karya-karya Anniesa dalam New York Fashion Week (NYFW) - The Shows, setelah tahun lalu Anniesa terpilih untuk menjadi desainer fashion muslim pertama yang lolos seleksi dan mampu mendobrak pasar industri fashion kota ini khusus untuk busana muslim.

Image title

Sebagian koleksi Anniesa Hasibuan di NYFW (foto: Afida Sukma)

Berbekal pengalaman tahun lalu, terlihat kalau persiapan untuk show kali ini jauh lebih baik. “Persiapan yang sekarang memang lebih enak, lebih matang dan mempunyai waktu sekitar empat bulan. Mudah-mudahan show ini mendapatkan respons yang bagus seperti pertama kali”, ujar Andika Surachman, eksekutif produser dari Anniesa Hasibuan, yang juga suami dari Anniesa. “Untuk kedepan, kita akan mencoba terus konsisten berkarya dengan show-show seperti ini”, tambah Andika.

Para tamu hadir memenuhi ruangan fashion show yang dikemas dalam panggung pertunjukan bertaraf internasional. Mereka adalah para pengamat fashion, pelaku bisnis fashion, majalah fashion, blogger, talent agency, hingga para selebriti fashion. Dibandingkan dengan show tahun lalu, kali ini jumlah media jauh lebih banyak, hal ini disebabkan karena nama Anniesa sudah mulai dikenal di kalangan industri fashion di kota New York ini.

Tepukan meriah mengakhiri pertunjukan. “Karya Anniesa bagus sekali, sangat cocok dengan industri mode di New York. Saya sangat menyukai setiap detilnya”, kata Moesrah Fatimah, fashionista dari New Jersey. Sementara panata make up profesional, Loretto mengatakan, “Sangat dramatik”. Koleksi-koleksi yang dirancang khusus untuk musim gugur (fall) dan musim dingin (winter) ini mendapatkan apresiasi baik dari retailer maupun dari buyer. “Saya memang turun langsung mulai dari membuat konsep, membuat sketsa, memilih kain dan seleksi model”, tambah Anniesa.

Image title

Desainer Anniesa Hasibuan (foto: Afida Sukma)

Selain dominasi busana berwarna emas, perak, hitam dan putih, serta penambahan asesoris dan aksen, make up  juga menjadi unsur penting dalam penampilan ini. “Untuk menampilkan wajah wanita yang penuh inspirasi dan berkarakter sesuai tema, saya mengambil warna terakota ke arah gold, terutama menguatkan karakter di bagian mata. Sedangkan untuk lipstick saya menggunakan warna soft dan natural”, jelas Director make up Carolina Septerita dari Wardah Beuty yang khusus datang untuk mensupport show ini.

Satu hal yang menarik, Anniesa memilih para model yang sebagian besar adalah para imigran dari berbagai latar belakang dan meniti karir sebagai model professional. Ada yang berasal dari China, Turki dan Negara-Negara dibelahan Afrika dan Eropa. Anniesa ingin menyampaikan pesan Fashion for peace dengan keberagaman bangsa tetap dapat bersatu. "Saya ingin menunjukkan kalau fashion itu sangat universal dan kita dapat bersatu, selaras dan hidup dengan damai", begitu pesan yang ingin disampaikan Anniesa.

"Semuanya berbeda, terutama untuk rambutnya. Saya belum pernah memakai hijab, dan saya sangat excited. Rancangannya juga sangat indah", tutur Carlton Woodcock, salah satu model yang ikut dalam show ini.

Bagi industri fashion, New York merupakan salah satu kutub trend mode dan fashion yang menjadi panutan dunia. The NYFW sebanding dengan Paris Fashion Week dimana para desainer yang lolos seleksi dan tampil akan mendapatkan sorotan dunia. “Saya berusaha melakukan yang terbaik, bukan hanya di New York tapi juga disetiap event fashion dimanapun. Tidak mudah membuat karya yang disukai banyak orang, berani siap tempur dan menerima berbagai kritikan”, kata Anniesa yang akan menjual koleksi busananya di Indonesia Fashion Gallery (IFG) New York. Setelah NYFW, Anniesa  juga akan meluncurkan koleksi gaun bridal-nya di IFG. “Silahkan untuk para buyer Amerika atau teman-teman Indonesia yang tinggal di New York melihat koleksi saya disana”, tambahnya. Seluruh karya Anniesa adalah hand made dengan menggunakan teknik pembuatan yang sangat detil.

Saat ini Anniesa sedang melakukan penjajakan dengan beberapa toko di New York. "Saya belum mempunyai rencana untuk membuat butik sendiri. Karena biaya di New York sangat mahal. Untuk sementara ini, saya akan konsentrasi melakukan penjajakan dengan toko retail seperti Bloomingdales. Tapi itu perlu proses yang panjang. Doakan saja ya", ujar Anniesa menutup wawancara.

Reporter - Maya  / New York

Foto - Afida Sukma

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar