Kamis, 21 Juni 2018 | 11:13 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Menggelar show di New York, Anniesa Hasibuan menggunakan model imigran

New York Fashion Week

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sebagian koleksi Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week (foto: Afida Sukma)
Sebagian koleksi Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week (foto: Afida Sukma)
<p>Kalau pada tahun lalu Anniesa membawakan tema&nbsp;<i>D'Jakarta</i>, maka kali ini Anniesa mengusung tema&nbsp;<i>Drama, the elegance of touch and beauty</i> (Drama, sentuhan dan keindahan yang elegan). Setiap koleksi yang ditampilkan menunjukkan perasaan wanita dalam menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari yang penuh drama. “Ini filosofi tentang wanita yang mempunyai berbagai perasaan seperti bahagia, sensitif, senang atau sedih namun dibalik kelemahannya tetap tegar dan mampu menghadapinya dengan elegan. Secara pribadi aku juga seperti itu. Lebih ke feeling perempuan”, penjelasan Anniesa saat persiapan menuju gedung pertunjukan&nbsp;<i>The Skylight Clarkson Square</i>,&nbsp;di Manhattan,&nbsp;New York.</p><p>Duapuluh empat model profesional dari New York tampil elegan membawakan empat puluh delapan koleksi busana muslim terbaru dari desainer muslim Indonesia, Anniesa Hasibuan. Para model mengenakan hijab yang dipadukan dengan berbagai asesoris seperti sarung tangan, outer wear dan lainnya. Ini adalah penampilan kedua dari karya-karya Anniesa dalam&nbsp;<i>New York Fashion Week</i> (NYFW)&nbsp;- The Shows, setelah tahun lalu Anniesa terpilih untuk menjadi desainer fashion muslim pertama yang lolos seleksi dan mampu mendobrak pasar industri fashion kota ini khusus untuk busana muslim.</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/e61e8ef00f63c0475af82c0bacbba3e0e4dfc51e.png" width="565"></p><p>Sebagian koleksi Anniesa Hasibuan di NYFW (foto: Afida Sukma)<br></p><p><br></p><p>Berbekal pengalaman tahun lalu, terlihat kalau persiapan untuk&nbsp;show&nbsp;kali ini jauh lebih baik. “Persiapan yang sekarang memang lebih enak, lebih matang dan mempunyai waktu sekitar empat bulan. Mudah-mudahan show ini mendapatkan respons yang bagus seperti pertama kali”, ujar Andika Surachman, eksekutif produser dari Anniesa Hasibuan, yang juga suami dari Anniesa. “Untuk kedepan, kita akan mencoba terus konsisten berkarya dengan show-show seperti ini”, tambah Andika.</p><p>Para tamu hadir memenuhi ruangan fashion show yang dikemas dalam panggung pertunjukan bertaraf internasional. Mereka adalah para&nbsp;pengamat fashion,&nbsp;pelaku bisnis fashion,&nbsp;majalah fashion, <i>blogger,&nbsp;talent agency</i>, hingga para selebriti fashion. Dibandingkan dengan show tahun lalu, kali ini jumlah media jauh lebih banyak, hal ini disebabkan karena nama Anniesa sudah mulai dikenal di kalangan industri fashion di kota New York ini. <br></p><p>Tepukan meriah mengakhiri pertunjukan. “Karya Anniesa bagus sekali, sangat cocok dengan industri mode di New York. Saya sangat menyukai setiap detilnya”, kata Moesrah Fatimah, fashionista dari New Jersey. Sementara panata make up profesional, Loretto mengatakan, “Sangat dramatik”. Koleksi-koleksi yang dirancang khusus untuk musim gugur (fall) dan musim dingin (winter) ini mendapatkan apresiasi baik dari&nbsp;retailer&nbsp;maupun dari&nbsp;buyer. “Saya memang turun langsung mulai dari membuat konsep, membuat sketsa, memilih kain dan seleksi model”, tambah Anniesa.</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/4a7677eef4df6648ede14b342ebb897dfaa3b38a.png" width="455"></p><p>Desainer Anniesa Hasibuan (foto: Afida Sukma)<br></p><p><br></p><p>Selain dominasi busana berwarna emas, perak, hitam dan putih, serta penambahan asesoris dan aksen, make up &nbsp;juga menjadi unsur penting dalam penampilan ini. “Untuk menampilkan wajah wanita yang penuh inspirasi dan berkarakter sesuai tema, saya mengambil warna terakota ke arah gold, terutama menguatkan karakter di bagian mata. Sedangkan untuk lipstick saya menggunakan warna soft dan natural”, jelas Director make up Carolina Septerita dari Wardah Beuty yang khusus datang untuk mensupport show ini.</p><p>Satu hal yang menarik, Anniesa memilih para model yang sebagian besar adalah para imigran dari berbagai latar belakang dan meniti karir sebagai model professional. Ada yang berasal dari China, Turki dan Negara-Negara dibelahan Afrika dan Eropa. Anniesa ingin menyampaikan pesan Fashion for peace dengan keberagaman bangsa tetap dapat bersatu. "Saya ingin menunjukkan kalau fashion itu sangat universal dan kita dapat bersatu, selaras dan hidup dengan damai", begitu pesan yang ingin disampaikan Anniesa.</p><p>"Semuanya berbeda, terutama untuk rambutnya. Saya belum pernah memakai hijab, dan saya sangat excited. Rancangannya juga sangat indah", tutur Carlton Woodcock, salah satu model yang ikut dalam show ini.</p><p>Bagi industri fashion, New York merupakan salah satu kutub trend mode dan fashion yang menjadi panutan dunia. The NYFW sebanding dengan Paris Fashion Week dimana para desainer yang lolos seleksi dan tampil akan mendapatkan sorotan dunia. “Saya berusaha melakukan yang terbaik, bukan hanya di New York tapi juga disetiap event fashion dimanapun. Tidak mudah membuat karya yang disukai banyak orang, berani siap tempur dan menerima berbagai kritikan”, kata Anniesa yang akan menjual koleksi busananya di Indonesia Fashion Gallery (IFG) New York. Setelah NYFW, Anniesa&nbsp;&nbsp;juga akan meluncurkan koleksi gaun bridal-nya di IFG. “Silahkan untuk para buyer Amerika atau teman-teman Indonesia yang tinggal di New York melihat koleksi saya disana”, tambahnya. Seluruh karya Anniesa adalah hand made dengan menggunakan teknik pembuatan yang sangat detil.</p><p>Saat ini Anniesa sedang melakukan penjajakan dengan beberapa toko di New York. "Saya belum mempunyai rencana untuk membuat butik sendiri. Karena biaya di New York sangat mahal. Untuk sementara ini, saya akan konsentrasi melakukan penjajakan dengan toko retail seperti Bloomingdales. Tapi itu perlu proses yang panjang. Doakan saja ya", ujar Anniesa menutup wawancara.</p><p><br></p><p>Reporter - Maya &nbsp;/ New York</p><p>Foto - Afida Sukma</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 10:15 WIB

Enam pesan Permampu jelang Pilkada 2018

| 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

Minggu, 10 Juni 2018 - 07:52 WIB

Dishub imbau pemudik waspadai jalur rawan macet

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com