Selasa, 22 Agustus 2017

Kasus korupsi, dua mantan pejabat Bank Sumut dihukum 2,5 tahun penjara

Jumat, 17 Februari 2017 15:09

Ilustrasi. Foto : Elshinta.com Ilustrasi. Foto : Elshinta.com
Ayo berbagi!

Majelis Hakim menghukum mantan Direktur Operasional PT Bank Sumut, M Yahya dan mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut, Jefri Sitindaon, masing-masing 2,5 tahun penjara, dalam persidangan yang berlangsung di ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Kamis (16/2).

Kontributor Elshinta, Amsal melaporkan, dalam persidangan itu, keduanya dinyatakan terbukti menyalahgunakan kewenangannya dalam pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut sebanyak 294 unit yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013. Selain itu, Ketua Majelis Hakim juga memberikan pidana tambahan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. 

Majelis Hakim juga menyatakan kerugian negara dalam kasus ini tidak seperti yang didakwakan JPU sebesar Rp10 miliar. Dalam putusannya disebutkan fakta persidangan menyimpulkan kerugian negara sebesar Rp368 juta.

Namun, Majelis Hakim berbeda pendapat dalam menjatuhkan vonis terhadap terdakwa (disenting opinion). 

Sri Wahyuni Batubara, salah seorang hakim anggota berbeda pendapat dengan dua hakim lainnya.

Dalam amar putusan disentingnya, Sri Wahyuni menyatakan terdakwa keduanya tidak terbukti bersalah dalam kasus ini. Ia menyatakan terdakwa harus dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Karena pembayaran yang dilakukan oleh PT Bank Sumut, sebesar Rp16 milyar lebih kepada Direktur CV Surya Pratama, Haltatif, merupakan kewajiban dari Bank Sumut.

Selain itu, menurutnya, para terdakwa tidak ada menikmati hasil keuntungan dalam pengadaan sewa mobil dinas tersebut, begitu dalam prosesnya telah melalui mekanisme tender.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Netty Silaen langsung mengajukan banding pada Jumat (17/2) hari ini. Masih menurut Netty, dalam kasus ini keduanya dituntut 7 tahun penjara dengan denda sebebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Netty menyatakan, hari ini merupakan batas masa penahanan keduanya. Sehingga harus banding.  Sementara kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MuI

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar