Senin, 25 Juni 2018 | 20:44 WIB

Daftar | Login

/

Belasan gajah liar dekati permukiman warga di Bengkulu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
<p>Kawanan yang terdiri atas 17 gajah liar (Elephas maximus sumatranus) mendekati permukiman warga Desa Gajah Makmur di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, dan membuat warga resah.</p><p> "Sudah dua kali gajah mendekati permukiman dan ini sedikit aneh karena sebelumnya gajah liar tidak pernah sampai ke desa," kata Kepala Desa Gajah Makmur, Gutomo, di Mukomuko, Jumat (17/2).</p><p>Gutomo mengatakan kawanan gajah liar pernah mendekati permukiman warga pada pertengahan 2016 dan kembali mendekati rumah warga akhir pekan lalu.</p><p> Kemunculan gajah di sekitar permukiman warga itu membuat resah warga karena binatang besar itu masuk ke kebun sawit. Pada Minggu (12/2) kedatangan gajah-gajah itu membuat 100 pohon sawit di Kebun Kas Desa (KKD) rusak.</p><p>"Lebih meresahkan kalau gajah memasuki permukiman, kami belum pengalaman menghalau gajah," ucapnya.</p><p> Ia mencontohkan waktu gajah pertama kali muncul di sekitar desa, warga panik dan berusaha mengusirnya dengan membunyikan petasan dan meriam buatan. Namun tindakan itu justru membuat gajah itu berbalik seolah hendak mengejar warga. </p><p> Desa Gajah Makmur yang masuk wilayah Kecamatan Malin Deman berbatasan dengan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Rami.</p><p> Menurut Koordinator Program AKAR Network Ali Akbar habitat satwa langka itu yang sudah terisolasi akibat konflik pemanfaatan lahan.</p><p> "Gajah itu datang dari kawasan pusat latihan gajah Seblat, masuk ke hutan Air Rami lewat kebun sawit PT Alno," katanya.</p><p> Ia memprediksi gajah-gajah tersebut tertahan di hutan produksi terbatas Air Rami dan tidak bisa kembali ke pusat latihan gajah Seblat karena pengamanan yang dilakukan dengan cara membuat api di sekitar perkebunan membuat gajah tidak bisa melintas.</p><p> Rute lain melalui perambahan hutan di Air Kuro juga membuat gajah tidak bisa melintas karena di wilayah itu ada areal perkebunan sawit yang dijaga ketat.</p><p> "Perlu resolusi baru untuk mengatasi konflik manusia dengan gajah sehingga tidak ada yang menjadi korban, termasuk perusahaan juga perlu menarik diri dari wilayah yang masuk koridor gajah," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 25 Juni 2018 - 20:36 WIB

Polri amankan terduga teroris di Lampung Selatan

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 20:26 WIB

Suasana Lumajang kondusif H-2 Pilkada Serentak 2018

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:15 WIB

Menhub resmikan tim ad hoc kasus kapal tenggelam

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:05 WIB

Mulai 1 Juli perjalan KA diberlakukan subsidi tarif parsial

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 19:56 WIB

Satpol PP segel toko langgar aturan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com