Senin, 20 November 2017

Meutya Hafid: Penguatan kelembagaan MPR RI bersama kaum perempuan

Jumat, 17 Februari 2017 19:54

Foto: Kontributor Elshinta, Heru Rahmad Kurnia. Foto: Kontributor Elshinta, Heru Rahmad Kurnia.
Ayo berbagi!

Masyarakat Indonesia perlu dilibatkan untuk memberi masukan dan ide, terkait apa yang harus dilakukan dalam memperkuat lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Salah seorang anggota MPR RI, Meutya Hafid mengatakan, MPR sebagai lembaga perwakilan sekaligus lembaga demokrasi wadah bermuaranya aspirasi rakyat.

Untuk itu lah pada Selasa 14 Februari 2017 lalu, Meutya Hafid melakukan Rapat Dengar Pendapat Penguatan Kelembagaan MPR RI bersama kaum perempuan di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara dikarenakan pentingnya sinergi antara MPR RI dengan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Meutya, adanya gagasan rapat dengar pendapat penguatan kelembagaan MPR ini dikarenakan munculnya suatu pemahaman kritis tentang UUD 1945 yang saat ini tidak mengenal Lembaga Tertinggi Negara yang dahulunya dipegang oleh MPR.

"Saat ini hanya dikenal Lembaga Tinggi Negara. Adapun MPR saat ini terdiri dari Anggota DPR dan DPD kedudukan dan kewenangannya sama dengan Lembaga Tinggi Negara lainnya," kata Meutya Hafid dalam keterangannya, Kamis (16/2), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Rahmad Kurnia.

Meutya Hafid yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI meyakini MPR merupakan lembaga negara yang terus bekerja mewujudkan cita-cita kebangsaan.

"MPR RI terus melakukan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," ujar Meutya Hafid.

Meutya mengharapkan MPR dapat merespon permasalahan rakyat. "MPR wajib mengelola secara konstitusional berbagai aspirasi masyarakat dan daerah sesuai dengan tugas kewenangannya," kata Meutya.

Langkah ini, tegas Meutya, diperlukan untuk menyempurnakan sistem ketatanegaraan yang saat ini masih memiliki kekurangan, terutama terkait dengan kedudukan dan kewenangan MPR.

“Karena itulah pentingnya sinergi antara MPR dengan berbagai elemen masyarakat. Dengan memiliki kelembagaan yang kuat, maka MPR RI bisa optimal menjalankan tugas-tugasnya," katanya.

Kelembagaan MPR yang makin kuat, sebut Meutya, diyakini dapat mengefektifkan peran parlemen, baik dari sisi DPR maupun DPD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat secara umum.

Kegiatan rapat dengar pendapat itu dihadiri 100 kaum perempuan yang mayoritas ibu rumah tangga memberikan masukan terkait langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat kelembagaan MPR RI.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar