Sabtu, 24 Juni 2017

Polri berupaya temui Siti Aisyah untuk pastikan identitas

Jumat, 17 Februari 2017 18:45

Siti Aisyah, diduga pelaku kedua pembunuhan Kim Jong-nam. Foto: Jawa Pos/CCTV Siti Aisyah, diduga pelaku kedua pembunuhan Kim Jong-nam. Foto: Jawa Pos/CCTV
Ayo berbagi!

Polri masih berupaya memastikan perempuan berpaspor Indonesia atas nama Siti Aisyah yang ditangkap Kepolisian Kerajaan Malaysia benar-benar Warga Negara Indonesia atau bukan. Upaya tersebut sudah dilakukan dengan cara meminta Kepolisian Kerajaan Malaysia memperbolehkan Polri bertemu dengan Siti.

Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian RI Komisaris Besar Martinus Sitompul kepada wartawan termasuk Reporter Elshinta Rama Pamungkas, Jumat (17/2) mengatakan pihaknya ingin bertemu diti yg dalam tahanan untuk mendapatkan keterangan langsung dari yang bersangkutan.

"Kami ingin mendapatkan identitas lengkap (Siti). Baik paspor maupun KTP-nya," kata Martinus.

Dikatakan Martinus, pihak otoritas setempat masih melarang anggota Polri yang berada di sana untuk bertemu WNI yang diketahui bernama Siti Aisyah. Polri bisa menemui yang bersangkutan setelah pemeriksaan 7x24 jam.

"Polri di Malaysia, mengajukan untuk bertemu dengan dugaan yang saat ini diperiksa. Tapi otoritas belum diizinkan karena masih pemeriksaan 7x24 jam oleh polisi sana. Kita berupaya dapatkan data valid dari yang bersangkutan," ujar dia.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan, sampai sejauh ini masih menunggu keputusan pihak otoritas untuk mempersilakan anggotanya bertemu dengan Siti. Menurutnya, hal itu penting untuk mengungkap kebenaran identitas Siti.

"Ini penting supaya kami dalami sejauh mana yang bersangkutan beraktivitas termasuk berpindah ke wilayah Jakarta. Kita nunggu info melalui atase kepolisian sana untuk bisa akses atau bertemu langsung yang disangka," pungkas Martinus.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar