Rabu, 29 Maret 2017

Menhub: 'Rumah Kita' mulai beroperasi Maret 2017

Jumat, 17 Februari 2017 20:25

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Ayo berbagi!

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan gudang penampung logistik untuk mendukung program tol laut atau "Rumah Kita" bisa mulai beroperasi Maret 2017.

"Maret ini insya Allah mulai jalan," kata Menhub ketika ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Jumat (17/2).

Budi mengaku akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai proyek yang melibatkan BUMN itu.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga mengatakan pemerintah telah menetapkan 13 titik Rumah Kita yaitu di Nias, Mentawai, Natuna, Sanggate, Dompu, Waingapu, Rote, Kalabahi, Tahuna, Namlea, Saumlaki, Manokwari dan Timika.

Pontas Tambunan, deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN dalam kesempatan yang sama mengaku pihaknya masih menunggu keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengenai penentuan lokasi.

Pontas juga mengatakan terus menyelesaikan hubungan antara sejumlah BUMN yang diharapkan ikut ambil bagian dalam proyek tersebut.

"Kami sedang menyelesaikan hubungan satu sama lain, ada Bulog, ada RNI," katanya.

Rumah Kita tidak hanya akan berfungsi sebagai bagian dari tol laut, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki fungsi logistik sehingga bisa mengkonsolidasikan barang-barang di dalam negeri agar bisa langsung diekspor tanpa harus ke Jawa.

Selama ini distribusi barang tidak bisa dilakukan secara langsung, contohnya produk dari Saumlaki harus dikirim ke Surabaya atau dari Morotai ke Makassar terlebih dahulu baru bisa dieskpor.

Rumah Kita telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Pengelolaan Rumah Kita akan dikonsolidasikan dengan BUMN, BUMD, seperti PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo I, II, III dan IV. Rumah Kita akan diintegrasikan dengan tol udara guna menekan disparitas harga di daerah pegunungan di Papua, seperti Manokwari dan Timika. (Ant)

(Sik)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar