Kamis, 20 September 2018 | 22:37 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

1001 Alasan Bangga Indonesia: #0095

Martin Chandrawinata, insinyur asal Indonesia yang ikut bangun Bay Bridge

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Wawa    |    Editor : Administrator
VOA Indonesia
VOA Indonesia
<p>Martin Chandrawinata tidak pernah menyangka akan ikut terlibat dalam proyek pembangunan perpanjangan Bay Bridge di San Francisco karena ketatnya kompetisi dan minimnya pengalaman kerja setelah ia lulus pasca sarjana dari Universitas California di Berkeley.</p><p>“Lihat Golden Gate Bridge pagi-pagi waktu itu, saya benar-benar takjub ya. Saya juga pernah bilang, seperti berbisik ke Tuhan begitu, kalau misalnya saya ingin bangun jembatan seperti ini,” kata Martin.</p><p>Doa insinyur teknik sipil lulusan Universitas Alabama di Birmingham ini terjawab saat ia dipercayakan dalam projek Bay Bridge beberapa bulan setelah mulai bekerja.</p><p>“Waktu saya dapat kerja seperti ini, seperti mimpi menjadi kenyataan buat saya. Cita-cita saya tercapai. Juga bukan hanya saya bisa kerja disini, kebetulan bos saya menugaskan saya untuk jadi fotografer, dan kebetulan saya juga suka fotografi. Jadi, untuk bangun jembatan ini dan bisa terlibat untuk mendokumentasi jembatan ini, saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada Tuhan,” kata Martin.</p><p>Bay Bridge adalah salah satu jembatan favorit Martin, bahkan anak-anaknya menyebut jembatan tersebut jembatan ayah mereka.</p><p>Sejak kecil, Martin memang sudah tertarik dengan gedung-gedung tinggi. Tetapi kekagumannya pada jembatan memberikan perspektif lain dalam dirinya.</p><p>“Jembatan itu sebenarnya sebuah seni untuk para insiyur. Seperti jembatan yang ini, contohnya. Kalau saya lihat ini, elegan, panjang, saya berpikir, bagaimana orang bisa menyeberang dari sisi satu ke sisi satu yang lain, kalau tidak ada jembatan,” ujar Martin.</p><p>Setelah proyek pembangunan Bay Bridge selesai, Martin mulai melirik teknologi baru yang dapat memberinya nilai tambah di bidang konstruksi.</p><p>“Saya melihat sisi teknologi, seperti drone dalam pembangunan itu sangat bisa membantu. Jadi, saya lagi belajar untuk mengambil izin FAA untuk menjadi pilot,” katanya.</p><p>Sebagai diaspora Indonesia di Amerika yang meniti karir di bidang konstruksi, Martin memiliki pesan khusus bagi anak-anak muda yang ingin menjalani profesi serupa.</p><p>“Kita selalu bangun ya, kita selalu butuh tempat tinggal, kita selalu butuh infrastruktur untuk membangun ekonomi. Jangan pernah kecil hati, belajar dengan keras, selalu bekerja keras, berteman dengan banyak orang. Juga jangan lupa berdoa kepada Tuhan karena tidak ada yang mustahil,” pesan Martin.</p><p>Sumber: VOA Indonesia</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 21:40 WIB

Langkat raih 3 kategori dalam lomba desa percontohan se-Sumut

Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 21:29 WIB

Beberapa tokoh GNPF Ulama masuk timses Prabowo-Sandiaga

Aktual Olahraga | 20 September 2018 - 21:12 WIB

Langkat tuan rumah sepeda nusantara 2018

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 20:44 WIB

Aplikasi E-Babinsa sangat membantu tingkatkan pelayanan kepada masyarakat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com