Sabtu, 22 Juli 2017

Kim Jong-nam, Siti Aisyah: Kematian di bandara dan warga Indonesia

Jumat, 17 Februari 2017 18:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Mulanya diarahkan oleh ayahnya untuk jadi penggantinya, namun Kim Jong-nam, bersama neneknya di foto ini, kehilangan peluang setelah dipergoki menggunakan paspor palsu untuk pergi ke Tokyo .
AFP
Mulanya diarahkan oleh ayahnya untuk jadi penggantinya, namun Kim Jong-nam, bersama neneknya di foto ini, kehilangan peluang setelah dipergoki menggunakan paspor palsu untuk pergi ke Tokyo .

Sudah hampir seminggu sejak kematian misterius seorang pria Korea di bandara Kuala Lumpur dan masih tidak ada ada kejelasan.

Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu tewas di bandara Malaysia, hari Senin.

Awalnya, Malaysia menolak untuk mengidentifikasi jasad itu sebagai Kim Jong-nam, dan bersikeras menyebut bahwa menurut paspornya ia bernama Kim Chol.

Di pihak lain Korea Selatan tegas menyebut bahwa itu memang dia, dan ia dibunuh atas perintah dari rezim brutal Korea Utara.

Pada hari Rabu, Malaysia akhirnya mengukuhkan untuk pertama kalinya bahwa orang yang meninggal itu memang saudara tiri dari pemimpin Korea Utara.

Zahid Hamidi, wakil perdana menteri Malaysia, mengatakan kepada wartawan: "Saya pikir dia memiliki dua identitas yang berbeda. Mungkin (paspor) ini adalah dokumen samarannya."

Sikap hati-hati Malaysia dalam menangani kasus ini tampak sedari awal. Polisi tak banyak memberikan informasi, dan pernyataan resmi tentang penangkapan para tersangka dilakukan berjam-jam setelah pemberitaannya ramai.

Kim Jong-nam belakangan kritis terhadap Korea Utara dan menyerukan rezim yang dipimpin adik trinya untuk membuka diri.
AFP
Kim Jong-nam belakangan kritis terhadap Korea Utara dan menyerukan rezim yang dipimpin adik trinya untuk membuka diri.

Berbagai bidang di kepolisian -nasional dan distrik- juga memberikan keterangan yang berbeda-beda dan makin menambah kebingungan atas peristiwa ini.

Dan hanya inilah yang kita tahu sejauh ini: tiga orang telah ditangkap. Dua di antaranya perempuan: satu adalah Indonesia, Siti Aishah atau Siti Aisyah kelahiran Serang, sementara satunya lagi membawa paspor Vietnam.

Tersangka ketiga yang sudah ditahan adalah seorang pria Malaysia, yang menurut polisi adalah pacar Siti Aisyah.

Polisi mengeluarkan surat penahanan terhadap tersangka selama tujuh hari untuk interogasi lebih lanjut.

Grainy image shows a woman with brown hair wearing a T-shirt with the letters "LOL"
REX/Shutterstock
Seorang tersangka pelaku yang sosoknya kini jadi terkenal.

Namun tetap saja tidak diketahui seberapa dekat kaitan mereka dengan kematian Kim Jong-nam, atau mengapa dan bagaimana persisnya kematian Kim.

Polisi Malaysia mengatakan kepada saya bahwa dua perempuan diidentifikasi dari rekaman kamera CCTV di tempat kejadian perkara.

Saya pergi ke terminal di bandara tempat serangan itu terjadi, dan melihat sendiri bagaimana mungkin pembunuhan itu bisa terjadi di siang hari bolong begitu.

Fakta-fakta dalam kasus ini boleh dikata tampak penuh kejanggalan. Namun berdasarkan laporan polisi, kejadiannya memang begitu.

Pada hari Senin, Kim Jong-nam hendak melakukan penerbangan. Ia diperkirakan telah tiba di Kuala Lumpur pada tanggal 6 Februari dan sedang dalam perjalanan kembali ke Makau, yang diyakini sebagai tempatnya bermukim.

Tapi ketika ia berada di bandara, menurut laporan polisi, sedikitnya seorang wanita menyapanya, dan mendadak menutupi wajahnya dengan kain yang sudah disiram dengan cairan kimia beracun.

Dia kemudian menuju ke meja informasi dan diduga meminta bantuan. Selanjutnya tampaknya dia dibawa ke klinik di bandara lalu dikirim ke rumah sakit, dan tewas dalam perjalanan.

A general view of the forensic department at Kuala Lumpur hospital,
AFP
Perhatian kini tertuju pada departemen forensik RS Kuala Lumpur yang memeriksa jasad Kim.

Tapi ketika saya berbicara dengan staf bandara yang mungkin menyaksikan apa yang terjadi, tidak seorang pun bersedia untuk berbicara dengan saya. Setidaknya dua orang mengaku mereka telah diminta polisi dan pimpinan mereka untuk tidak berbicara kepada media atau mengungkapkan rincian tentang apa yang terjadi.

Jadi masih banyak hal yang kita masih tidak tahu.

Apa jenis bahan kimia yang digunakan dalam apa yang disebut peracunan itu? Bagaimana persisnya dia tewas?

Pemeriksaan post-mortem jasadnya telah selesai, namun hasilnya belum diumumkan.

Kita juga tidak tahu apa yang dilakukan Kim Jong-nam di Malaysia, meskipun kita tahu bahwa dia cukup sering datang.

North Korean family tree showing Kim Jong Nam as the son of Kim Jong-il and Sung-Hae-rim
BBC
Keluarga nomor satu Korea Utara yang penuh rahasia.

Saya mencoba melacak berbagai hal yang bisa terkait Kim Jong-nam di Kuala Lumpur, yang membawa saya ke sebuah restoran Korea di pusat kota. Di restoran itu, para stafnya kebanyakan orang Bangladesh dan Myanmar, yang tidak tahu siapa Kim Jong-nam.

Tapi pemilik restorannya orang Korea. Ia mau berbicara kepada saya, namun menolak untuk bertemu secara pribadi, memilih untuk berbicara di telepon. Dia juga tidak ingin difilmkan atau disebut namanya karena ia takut dikaitkan dengan Kim.

Namun dia mengatakan Kim adalah pelanggan tetap di restorannya, dan bahwa ia selalu membawa pengawal.

Dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah, dia mengatakan Kim sering berbicara kepadanya, dan mengatakan bahwa hidupnya terancam.

"Takut, ya," katanya. "Dia benar-benar ketakutan, karena Kim Jong-un berencana membunuhnya sejak lima tahun lalu."

News reports on televisions in South Korea
AP
Kasus ini begitu menyita perhatian di Korea Selatan.

Korea Utara belum berkomentar apapun tentang kematian Kim, dan kemungkinan besar memang tidak akan.

Semua yang kita dengar tentang apa yang diinginkan Pyongyang, datang dari pejabat Malaysia, yang mengatakan mereka akan mengirimkan jasad Kim jika mendapat permintaan tertulis yang resmi.

Di Pyongyang sendiri, pekan ini perhatian diarahkan pada perayaan ulang tahun ke-75 Kim Jong-il, ayah dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong-un, dan ayah dari Kim Jong-san yang jasadnya membujur di Kuala Lumpur.

Dalam rezim rahasia Korea Utara, pertanyaan yang tak terjawab merupakan kehidupan sehari-hari.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar