Jumat, 18 Agustus 2017

Wabah chikungunya merebak di Sukoharjo

Jumat, 17 Februari 2017 19:17

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Penyakit chikungunya merebak di sejumlah kelurahan di Kecamatan/Kota Kabupaten Sukoharjo dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes Aegepty ini menjangkiti belasan warga Kelurahan Gayam. Tak hanya orang dewasa, anak anak juga tidak luput dari penyakit yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada penderitanya.

Lurah Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo Havid Danang menyebutkan, ada 11 warga dalam sepekan terakhir dilaporkan terserang chikungunya. Bahkan ada satu keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan satu anak terserang chikungunya secara bersamaan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Awalnya, chikungunya menyerang anak, yang mengeluhkan badan lemas dan persendian terasa nyeri, selain itu, muncul gejala demam yang kemudian membua penderitanya kesulitan bergerak. Selang sehari, ayah dan ibu si anak merasakan gejala yang sama. Penderita chikungunya rata rata akan mengalami kelumpuhan sementara antara 2 hingga 3 hari dan selanjutnya akan sembuh dengan sendirinya.

Menurut Havid Danang, laporan warga terjangkit chikungunya sudah disampaikan ke Puskesmas terdekat. Namun belum akan dilakukan pengasapan atau fogging. Untuk mengurangi resiko penularan, sementara, warga akan dikumpulkan untuk bergotong royong membersihkan lingkungan. Juga memberantas tempat tempat perkembang biyakan nyamuk pembawa vector penyakit. Ia menyatakan, bahwa sebelum di Kelurahan Gayam, 30-an warga di kelurahan Bulakrejo juga dilaporkan terjangkit chikungunya.

Sementara itu, Petugas pengendali Penyakit Bersumber Binatang puskesmas Sukoharjo Kota, Puji Rahayu menyatakan, penyebab merebaknya penyakit chikungunya adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) nyamuk yang rendah. Di Kelurahan Gayam, tingkat ABJ hanya 50 persen, sedangkan idealnya ABJ satu wilayah untuk memenuhi lingkungan bebas nyamuk adalah 95 persen.

Warga diminta agar membersihkan lingkungan sebagai upaya pencegahan dini. Menguras, mengubur dan menguras tempat tempat perkembangbiyakan nyamuk. Sebab, kalau sudah ada penyebaran chikungunya, potensi demam berdarah pun akan muncul.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar