Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

1001 Alasan Bangga Indonesia: #0096

Anniesa Hasibuan jadi pembicara di Fashion Institute of Technology, New York

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Anniesa Hasibuan beserta salah satu model bridalnya (foto: Maya)
Anniesa Hasibuan beserta salah satu model bridalnya (foto: Maya)
<p>Rangkaian kegiatan desainer Anniesa Hasibuan tidak berhenti sampai di <i>New York Fashion Week </i>(NYFW) saja. Setelah sukses menggebrak runway <i> NYFW - The Shows</i> dengan menampilkan koleksinya yang bertajuk "Drama" dan mengusung pesan <i>fashion for peace</i> (red: adibusana untuk perdamaian), fashion adalah universal dengan menggunakan 24 model imigran, Anniesa juga meluncurkan koleksi gaun bridal muslim di Indonesia Fashion Gallery berkolaborasi dengan Wardah kosmetik. Selain Anniesa, dua orang desainer lainnya yaitu Mira Indria dan Mety Choa juga memamerkan koleksi gaun bridalnya. </p><p>"Saya masih <i>test market</i> dulu. Saya juga sudah riset, konsumen suka dengan gaun yang simple tapi glamour", kata Anniesa pada saat launching. Pengunjung yang datang dari industri fashion di New York, seperti buyer, blogger dan fotografer memuji gaun bridal yang dipamerkan. "Beberapa pembeli datang ke IFG menanyakan gaun untuk pengantin. Jadi sekarang kita luncurkan koleksi bridal untuk memenuhi kebutuhan pasar", jelas Teti Nurhayati, CEO IFG yang berlokasi di Manhattan. Sedangkan Carolina Septerita, direktur make up Wardah Beauty mengatakan, "Pasar bridal di Amerika sangat besar. Karena setiap wanita ingin terlihat cantik di hari pernikahannya. Kami juga ingin mensupport desainer Indonesia untuk masuk pasar Amerika supaya lebih dikenal". <br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/c27c4fa3001108c69438be0ea952addd3ff91a55.jpg" width="567"></p><p>Gaun bridal 3 desainer, pada acara diskusi di Fashion Institute of Technology, New York (foto: Afida Sukma)<br></p><p><br></p><p>Sehari setelahnya, Anniesa memenuhi undangan untuk menjadi pembicara pada konperensi yang berjudul "<i>International Fashion and Culture Networking Conference</i>" di kampus <i>Fashion Institute of Technology</i> (FIT). Anniesa bersanding dengan dua pembicara lainnya yang berpengaruh di bidang fashion dan kecantikan yaitu Raquel Smith, fashion stylish penyanyi terkenal Beyonce dan Director of Education Tatcha cosmetic, Meg Flather serta Verky Arcos, Editor Latina Magazine sebagai moderator. <br></p><p>Raquel Smith sangat kagum dengan desain karya Anniesa. "Indah sekali, unik dan elegan. Anniesa pasti sukses di New York", puji Raquel.</p><p>"Saya ingin orang lebih menghargai perbedaan dan budaya yang beraneka ragam. Pada dasarnya kita semua sama. Anniesa menjadi inspirasi karena sebagai desainer muslim berani menampilkan karyanya di New York Fashion Week," ujar Aurora Azon, President International Fashion and Cultural Association sebagai penyelenggara dari acara konperensi di FIT. <br></p><p>Pada konperensi ini, Anniesa menceritakan bagaimana proses pembuatan karyanya dan perjalanannya menjadi desainer busana muslim sampai pada akhirnya mencapai sukses di New York Fashion Week. "Fashion di Amerika itu sangat memberikan inspirasi, dan bagi saya untuk menjadi seorang fashion designer bukan sekedar membuat baju tapi harus ada pesan yang ingin disampaikan," jelas Anniesa menjawab pertanyaan peserta. Sedangkan Meg Flather memberikan pesan kepada peserta diskusi, “Jangan pernah meremehkan sebuah kesempatan. Selalu terima semua tawaran, karena mungkin saja kesempatan itu akan merubah hidup kita dan menjadi sukses".</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/35028dffecd6a9c2aa5b7ae237c411698f734fbf.jpg" width="574"></p><p>Panelis pada diskusi di Fashion Institute of Technology, New York (foto: Maya)<br></p><p><br></p><p>Konperensi ini menarik minat para mahasiswa dan dosen jurusan fashion di kampus yang terletak di tengah wilayah Manhattan ini. Diskusi panel berlangsung dengan santai. Peserta diskusi antusias bertanya, mengakibatkan waktu 3 jam tidak terasa. “Saya tidak sabar melihat karya Anniesa berikutnya. Karena setiap karyanya mempunyai pesan yang sangat kuat dan menarik”, kata Verky Arcos menutup diskusi panel konperensi.</p><p>Konperensi di FIT merupakan kegiatan terakhir perjalanan Anniesa di kota New York. "Masih banyak yang harus saya kerjakan. Saya dan team akan terus melakukan penjajakan dengan buyer dan toko retail di New York", kata Anniesa selesai konperensi.</p><p><br></p><p>Reportase - Maya / New York</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Rangkaian kegiatan desainer Anniesa Hasibuan tidak berhenti sampai di <i>New York Fashion Week </i>(NYFW) saja. Setelah sukses menggebrak runway <i> NYFW - The Shows</i> dengan menampilkan koleksinya yang bertajuk "Drama" dan mengusung pesan <i>fashion for peace</i> (red: adibusana untuk perdamaian), fashion adalah universal dengan menggunakan 24 model imigran, Anniesa juga meluncurkan koleksi gaun bridal muslim di Indonesia Fashion Gallery berkolaborasi dengan Wardah kosmetik. Selain Anniesa, dua orang desainer lainnya yaitu Mira Indria dan Mety Choa juga memamerkan koleksi gaun bridalnya. </p><p>"Saya masih <i>test market</i> dulu. Saya juga sudah riset, konsumen suka dengan gaun yang simple tapi glamour", kata Anniesa pada saat launching. Pengunjung yang datang dari industri fashion di New York, seperti buyer, blogger dan fotografer memuji gaun bridal yang dipamerkan. "Beberapa pembeli datang ke IFG menanyakan gaun untuk pengantin. Jadi sekarang kita luncurkan koleksi bridal untuk memenuhi kebutuhan pasar", jelas Teti Nurhayati, CEO IFG yang berlokasi di Manhattan. Sedangkan Carolina Septerita, direktur make up Wardah Beauty mengatakan, "Pasar bridal di Amerika sangat besar. Karena setiap wanita ingin terlihat cantik di hari pernikahannya. Kami juga ingin mensupport desainer Indonesia untuk masuk pasar Amerika supaya lebih dikenal". <br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/c27c4fa3001108c69438be0ea952addd3ff91a55.jpg" width="567"></p><p>Gaun bridal 3 desainer, pada acara diskusi di Fashion Institute of Technology, New York (foto: Afida Sukma)<br></p><p><br></p><p>Sehari setelahnya, Anniesa memenuhi undangan untuk menjadi pembicara pada konperensi yang berjudul "<i>International Fashion and Culture Networking Conference</i>" di kampus <i>Fashion Institute of Technology</i> (FIT). Anniesa bersanding dengan dua pembicara lainnya yang berpengaruh di bidang fashion dan kecantikan yaitu Raquel Smith, fashion stylish penyanyi terkenal Beyonce dan Director of Education Tatcha cosmetic, Meg Flather serta Verky Arcos, Editor Latina Magazine sebagai moderator. <br></p><p>Raquel Smith sangat kagum dengan desain karya Anniesa. "Indah sekali, unik dan elegan. Anniesa pasti sukses di New York", puji Raquel.</p><p>"Saya ingin orang lebih menghargai perbedaan dan budaya yang beraneka ragam. Pada dasarnya kita semua sama. Anniesa menjadi inspirasi karena sebagai desainer muslim berani menampilkan karyanya di New York Fashion Week," ujar Aurora Azon, President International Fashion and Cultural Association sebagai penyelenggara dari acara konperensi di FIT. <br></p><p>Pada konperensi ini, Anniesa menceritakan bagaimana proses pembuatan karyanya dan perjalanannya menjadi desainer busana muslim sampai pada akhirnya mencapai sukses di New York Fashion Week. "Fashion di Amerika itu sangat memberikan inspirasi, dan bagi saya untuk menjadi seorang fashion designer bukan sekedar membuat baju tapi harus ada pesan yang ingin disampaikan," jelas Anniesa menjawab pertanyaan peserta. Sedangkan Meg Flather memberikan pesan kepada peserta diskusi, “Jangan pernah meremehkan sebuah kesempatan. Selalu terima semua tawaran, karena mungkin saja kesempatan itu akan merubah hidup kita dan menjadi sukses".</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/35028dffecd6a9c2aa5b7ae237c411698f734fbf.jpg" width="574"></p><p>Panelis pada diskusi di Fashion Institute of Technology, New York (foto: Maya)<br></p><p><br></p><p>Konperensi ini menarik minat para mahasiswa dan dosen jurusan fashion di kampus yang terletak di tengah wilayah Manhattan ini. Diskusi panel berlangsung dengan santai. Peserta diskusi antusias bertanya, mengakibatkan waktu 3 jam tidak terasa. “Saya tidak sabar melihat karya Anniesa berikutnya. Karena setiap karyanya mempunyai pesan yang sangat kuat dan menarik”, kata Verky Arcos menutup diskusi panel konperensi.</p><p>Konperensi di FIT merupakan kegiatan terakhir perjalanan Anniesa di kota New York. "Masih banyak yang harus saya kerjakan. Saya dan team akan terus melakukan penjajakan dengan buyer dan toko retail di New York", kata Anniesa selesai konperensi.</p><p><br></p><p>Reportase - Maya / New York</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com