Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Elshinta Eksplor

Gratiskan Taman Air Mancur Sri Baduga, Ini alasan bupati

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.
<p>Tugas pemerintah tidak semata mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun juga menjaga regulasi perputaran uang di daerah. Itulah sebabnya, Pemkab Purwakarta menggratiskan pertunjukan air mancur Sri Baduga bagi warga masyarakat.</p><p><br></p><p>Hal itu dikatakan Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada<i><strong> Tim Elshinta Eksplor </strong></i>di Purwakarta.</p><p><br></p><p>Dedi menepis anggapan bahwa APBD dibuang-buang dengan pembangunan Taman Air Mancur Sri Baduga ini, namun menurutnya hal itu tidak sama sekali. Ia bahkan mencontohkan, setiap pertunjukan setidaknya pemerintah harus menggelontorkan uang Rp 30-50 juta untuk listrik dan operator. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan perputaran uang yang terjadi di sekitaran Taman Air Mancur Sri Baduga yang satu malam bisa terjadi perputaran uang hingga Rp 1 miliar.</p><p><br></p><p>Tidak hanya itu, tegas Dedi, dengan hadirnya Taman Air Mancur Sri Baduga justru akan mengurangi pengeluaran keluarga untuk mencari lokasi hiburan saat weekend. "Mereka gak perlu jauh-jauh mencari tempat hiburan, sebab di kawasan Situ Buleud mereka akan mengeluarkan tidak lebih dari 100-150ribu per keluarga," ujar Dedi.</p><p><br></p><p>Senada dengan Dedi, Menteri Pariwisata Arif Yahya dalam sambutan peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga, Sabtu (18/2) lalu menjelaskan tujuan pembangunan pariwisata ujungnya adalah mensejahterakan rakyat. Oleh karenanya, ia menilai target satu juta wisatawan di Purwakarta akan membantu regulasi perekonomian hingga mencapai Rp 1 triliun.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Tugas pemerintah tidak semata mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun juga menjaga regulasi perputaran uang di daerah. Itulah sebabnya, Pemkab Purwakarta menggratiskan pertunjukan air mancur Sri Baduga bagi warga masyarakat.</p><p><br></p><p>Hal itu dikatakan Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada<i><strong> Tim Elshinta Eksplor </strong></i>di Purwakarta.</p><p><br></p><p>Dedi menepis anggapan bahwa APBD dibuang-buang dengan pembangunan Taman Air Mancur Sri Baduga ini, namun menurutnya hal itu tidak sama sekali. Ia bahkan mencontohkan, setiap pertunjukan setidaknya pemerintah harus menggelontorkan uang Rp 30-50 juta untuk listrik dan operator. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan perputaran uang yang terjadi di sekitaran Taman Air Mancur Sri Baduga yang satu malam bisa terjadi perputaran uang hingga Rp 1 miliar.</p><p><br></p><p>Tidak hanya itu, tegas Dedi, dengan hadirnya Taman Air Mancur Sri Baduga justru akan mengurangi pengeluaran keluarga untuk mencari lokasi hiburan saat weekend. "Mereka gak perlu jauh-jauh mencari tempat hiburan, sebab di kawasan Situ Buleud mereka akan mengeluarkan tidak lebih dari 100-150ribu per keluarga," ujar Dedi.</p><p><br></p><p>Senada dengan Dedi, Menteri Pariwisata Arif Yahya dalam sambutan peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga, Sabtu (18/2) lalu menjelaskan tujuan pembangunan pariwisata ujungnya adalah mensejahterakan rakyat. Oleh karenanya, ia menilai target satu juta wisatawan di Purwakarta akan membantu regulasi perekonomian hingga mencapai Rp 1 triliun.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com