Elshinta Eksplor
Sensasi kuliner khas Purwakarta, Sate Maranggi
Elshinta
Rabu, 01 Februari 2017 - 06:30 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Sensasi kuliner khas Purwakarta, Sate Maranggi
Foto: Sigit Kurniawan.
<p>Sensasi kelezatan Sate Maranggi memang tak diragukan lagi. Kuliner khas Purwakarta ini selalu menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke kabupaten tersebut. Tidak sulit untuk bisa menikmati Sate Maranggi, sebab banyak dijajakan pedagang keliling, warung dan rumah makan.</p><p><br></p><p>Soal kelezatan dan kenikmatan Sate Maranggi tentu sudah bukan lagi menjadi rahasia umum. Namun, mungkin sebagian masyarakat belum mengetahui asal muasal dari kuliner yang menjadi ikon Purwakarta ini. </p><p><br></p><p>Memang banyak versi yang menyebutkan soal asal muasal Sate Maranggi. Sebut saja cerita Mak Ranggi penjual sate yang biasa berjualan di daerah Cianting, Purwakarta.</p><p><br></p><p>Konon, ratusan tahun lalu Mak Ranggi sangat dikenal karena kelezatan sate yang dijualnya hingga menjadi buah bibir di masyarakat. Sehingga dengan tidak sengaja, ketika menyebutkan sate, pasti masyarakat mengakhirinya dengan sebutan 'Maranggi'.</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/cff4ccbb905648798245e1c1d970e16aa63e0f08.jpg" width="455"></p><p>Versi lain menyebutkan bahwa Sate Maranggi berasal dari para pendatang daratan China yang menetap di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Barat atau para pendatang yang hidup di tengah-tengah masyarakat Sunda.</p><p><br></p><p>Karenanya, awalnya Sate Maranggi bukan terbuat dari daging sapi atau kambing seperti sekarang ini, melainkan dibuat dari daging babi. Salah satu indikasi Sate Maranggi berasal dari China karena bumbu rempah yang digunakan Sate Maranggi sama persis dengan dendeng babi dan dendeng ayam yang dijual di Hongkong, China dan Taiwan. </p><p><br></p><p>Setelah bertransformasi dan terjadi asimilasi di mana seiring dengan berkembangan budaya dan ajaran Islam masuk ke tanah Jawa, banyak penduduk yang menjadi mualaf. Dalam ajaran Islam memakan daging babi hukumnya haram. Oleh karenanya kemudian Sate Maranggi berubah menjadi daging sapi sebagai bahan dasarnya.</p><p><br></p><p>Jika Sate Maranggi banyak 'bertebaran' di Purwakarta, namun untuk soal rasa bisa jadi berbeda-beda. Tentu ini tidak lepas dari resep yang dimiliki masing-masing pedagang Sate Maranggi.</p><p><br></p><p>Sebut saja, Sate Maranggi Haji Yetti yang berada di Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat. Meski tidak memakai bumbu kacang sebagaimana layaknya sate dan hanya menggunakan kecap cabai dan tomat, namun kelezatan Sate Maranggi Haji Yetti layak mendapat acungan jempol.</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/787ff3714186fd4d3c0446866067852b85c77009.jpg" width="409"></p><p><br></p><p>Kepada Tim Elshinta Eksplor, Haji Yetti sedikit membuka resep Sate Marangginya di mana menurutnya sebelum dibakar, Sate Maranggi terlebih dahulu direndam dengan menggunakan bahan rempah-rempah.</p><p><br></p><p>Di warung Sate Maranggi Haji Yetti Cibungur, wisatawan dapat menikmati beragam sate, seperti sate sapi, sate kambing dan sate ayam. Kesan pertama adalah ketika mencicipi Sate Maranggi daging sapi adalah teksturnya yang lembut dan sangat terasa bumbunya. Matang daging yang pas menciptakan citarasa yang luar biasa. Namun, tekstur dan karakter rasa dari daging sapi jauh berbeda dengan daging kambing. Perbedaan yang paling mencolok adalah keberadaan lemak yang mendominasi pada sate kambing. Karakter dagingnya yang didominasi oleh lemak menciptakan karakter daging yang gurih dan beraroma sedap.</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/4b566e2ec3f6e09113050ca485f1af29aa542b94.jpg" width="411"></p><p>Selain menikmati Sate Maranggi yang harganya Rp4.000 per tusuk ini, wisatawan juga dapat menikmati kuliner lain seperti nasi tutug, nasi bakar, siput, dan aneka minuman juice serta es kelapa. Dan sambil menunggu pesanan datang, beberapa pelayan menawarkan gorengan seperti tahu goreng untuk cemilan.</p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/51d57f381d75f6995c1dfe0bf2b511b2c98197b0.jpg" width="408"></p><p>Bagi wisatawan yang penasaran ingin menikmati Sate Maranggi, pilihan untuk singgah di Sate Maranggi Haji Yetti Cibungur sudah tepat. Sebab, lokasinya sangat strategis yakni di Jalan Raya Bungursari, dekat dengan pintu keluar tol Cikampek. Selain parkirnya yang luas, wisatawan juga dapat berbelanja souvenir khas Purwakarta dan juga berselfie ria sambil membakar Sate Maranggi.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenpar tawarkan paket Wonderful Journey di Washington
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kementerian Pariwisata menawarkan paket perjalanan luar biasa (Wonderful Journey Packages) ...
Festival Kota Lama Banjarnegara suguhkan nuansa masa lalu
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dalam waktu dekat akan menggelar sebuah perhelatan atra...
Ciletuh-Palabuhan Ratu dan Rinjani Lombok ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Dewan Eksekutif (Executive Board) UNESCO, pada 17 April 2018, menyetujui 13 situs geopark s...
Ubud wakili Indonesia lomba wisata sajian masakan dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Wisata sajian masakan (kuliner) Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, terpilih mewakili Indonesia ...
Generasi Pesona Indonesia harus mampu buat digital destinasi
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Di era milenial sekarang ini dibutuhkan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) yang mampu membua...
Menpar sarankan Babel bangun KEK pariwisata bahari
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p> Menteri Pariwisata Arief Yahya menyarankan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung m...
Masyarakat Bali dan wisatawan kunjungi kebun raya Bedugul
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Masyarakat Bali dan wisatawan dalam dan luar negeri menikmati pemandangan alam di Kebun Ray...
Palembang berpotensi kembangkan paket wisata nostalgia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kota Palembang, Sumatera Selatan berpotensi mengembangkan paket wisata nostalgia untuk mena...
Messi jadi duta pariwisata UNWTO
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
<p> Organisasi kepariwisataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN World Tourism Organization/UNWTO)...
Banyuwangi jadi `Kota Beasiswa` seni budaya Indonesia
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
<p>Banyuwangi terpilih sebagai salah satu daerah dari 6 kabupaten dan kota di Indonesia yang a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Elshinta_smg