Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Elshinta Eksplor

Pemkab Purwakarta kembangkan kurikulum pendidikan berkarakter

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Sigit Kurniawan.
Foto: Sigit Kurniawan.
<p>Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terus mengembangkan pola pendidikan berkarakter dalam kurikulum di wilayahnya. Dalam kurikulum ini, siswa diajak untuk berinteraksi dengan lingkungan luar, termasuk keluarga.</p><p><br></p><p>Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kepada tim Elshinta Eksplor.</p><p><br></p><p>Menurut Dedi, kurikulum pendidikan tidak berbasis murni dari pemerintah namun ada unsur inovasi di dalamnya di mana anak didik tidak hanya diajarkan tematik-akademik, tetapi juga aplikatif. </p><p><br></p><p>Dedi menjelaskan, dalam aplikasinya pola kurikulum pendidikan berkarakter adalah bagaimana siswa memiliki kemampuan bertani dan di industri kreatif serta pengembangan kesenian. Dalam hal ini, lanjut Dedi setiap seminggu sekali siswa harus belajar di luar kelas.</p><p><br></p><p>"Mereka ikut mendampingi pekerjaan orang tuanya. Artinya, kalau orang tuanya petani dia ikut bertani, kalau orang tuanya sopir, dia yang menjadi kondekturnya," ungkap Dedi.</p><p><br></p><p>Dedi menegaskan, hal ini penting guna memberikan penghayatan hidup bagi setiap siswa. Mereka bisa berpikir ternyata bapaknya cukup berat dalam menjalani hidup untuk mencari nafkah keluarga. Dengan demikian, ujarnya keinginannya untuk bisa sukses semakin besar. </p><p><br></p><p>Selain itu, Dedi juga membuat program dimana siswa boleh tidak masuk sekolah saat ibunya ulang tahun. Hal ini dimaksudkan agar siswa tersebut bisa memuliakan ibunya di rumah. Juga, setiap orang tua memiliki buku kendali siswa, dimana para orang tua harus mencatat dan melaporkan siswa bangun dan tidur jam berapa. </p><p><br></p><p>"Semua harus dicatat, dan secara umum cukup berhasil," ungkapnya. </p><p><br></p><p>Dedi mengatakan, pihaknya juga menekankan pendidikan berbasis kebudayaan Sunda dan lingkungan pedesaan di mana Siswa diwajibkan masuk sekolah pada jam 06.00 pagi, bawa bekal dari rumah, dan tas dibuat sendiri. </p><p><br></p><p>"Nah, bangun pagi dan yang lainnya tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter. Konsep kami dalam mengembangkan pendidikan berkarakter ini sudah dilirik oleh Kemdikbud," kata Dedi. </p><p><br></p><p>Perhatian lain masih terkait pendidikan, Dedi juga mengatakan bahwa Pemkab Purwakarta menyediakan angkutan untuk menjemput siswa gratis. "Pendidikan di Purwakarta juga gratis," tandasnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terus mengembangkan pola pendidikan berkarakter dalam kurikulum di wilayahnya. Dalam kurikulum ini, siswa diajak untuk berinteraksi dengan lingkungan luar, termasuk keluarga.</p><p><br></p><p>Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kepada tim Elshinta Eksplor.</p><p><br></p><p>Menurut Dedi, kurikulum pendidikan tidak berbasis murni dari pemerintah namun ada unsur inovasi di dalamnya di mana anak didik tidak hanya diajarkan tematik-akademik, tetapi juga aplikatif. </p><p><br></p><p>Dedi menjelaskan, dalam aplikasinya pola kurikulum pendidikan berkarakter adalah bagaimana siswa memiliki kemampuan bertani dan di industri kreatif serta pengembangan kesenian. Dalam hal ini, lanjut Dedi setiap seminggu sekali siswa harus belajar di luar kelas.</p><p><br></p><p>"Mereka ikut mendampingi pekerjaan orang tuanya. Artinya, kalau orang tuanya petani dia ikut bertani, kalau orang tuanya sopir, dia yang menjadi kondekturnya," ungkap Dedi.</p><p><br></p><p>Dedi menegaskan, hal ini penting guna memberikan penghayatan hidup bagi setiap siswa. Mereka bisa berpikir ternyata bapaknya cukup berat dalam menjalani hidup untuk mencari nafkah keluarga. Dengan demikian, ujarnya keinginannya untuk bisa sukses semakin besar. </p><p><br></p><p>Selain itu, Dedi juga membuat program dimana siswa boleh tidak masuk sekolah saat ibunya ulang tahun. Hal ini dimaksudkan agar siswa tersebut bisa memuliakan ibunya di rumah. Juga, setiap orang tua memiliki buku kendali siswa, dimana para orang tua harus mencatat dan melaporkan siswa bangun dan tidur jam berapa. </p><p><br></p><p>"Semua harus dicatat, dan secara umum cukup berhasil," ungkapnya. </p><p><br></p><p>Dedi mengatakan, pihaknya juga menekankan pendidikan berbasis kebudayaan Sunda dan lingkungan pedesaan di mana Siswa diwajibkan masuk sekolah pada jam 06.00 pagi, bawa bekal dari rumah, dan tas dibuat sendiri. </p><p><br></p><p>"Nah, bangun pagi dan yang lainnya tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter. Konsep kami dalam mengembangkan pendidikan berkarakter ini sudah dilirik oleh Kemdikbud," kata Dedi. </p><p><br></p><p>Perhatian lain masih terkait pendidikan, Dedi juga mengatakan bahwa Pemkab Purwakarta menyediakan angkutan untuk menjemput siswa gratis. "Pendidikan di Purwakarta juga gratis," tandasnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com