Kamis, 13 Desember 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Elshinta Eksplor

Ini program unggulan bidang kesehatan Pemkab Purwakarta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Kesejahteraan masyarakat bisa dicapai melalui pola pendidikan dan kesehatan. Oleh karenanya, perhatian khusus terhadap dua bidang tersebut harus tetap dijalankan, khususnya oleh para pemangku pemerintahan.</p><p><br></p><p>Seperti halnya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Persoalan pendidikan dan kesehatan memang menjadi perhatian serius. Demikian dikatakan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kepada Tim Elshinta Eksplor.</p><p><br></p><p>Jika di bidang pendidikan, Kabupaten Purwakarta telah menerapkan pola kurikulum pendidikan berkarakter, di bidang kesehatan banyak hal yang dilakukan oleh Pemkab Purwakarta. </p><p><br></p><p>Kang Dedi, demikian sapaan akrab bupati yang juga budayawan ini mengatakan untuk program kesehatan yang kini dilakukan adalah di mana setiap desa telah disiapkan ambulance on call untuk antar-jemput warga yang sakit secara gratis. "Secara keseluruhan ada sekitar 200 mobil ambulance yang tersedia," katanya. </p><p><br></p><p>"Kami ingin masyarakat yang sakit dan memerlukan perawatan secara cepat dapat terlayani dengan baik dengan adanya ambulance on call ini," tegas Dedi.</p><p><br></p><p>Dedi tidak ingin warga yang sakit terlambat mendapatkan pelayanan medis. Sebab, ia khawatir bisa fatal akibatnya jika warga terlambat ditangani. </p><p><br></p><p>Dedi juga mengungkapkan, sejak tahun 2013, Pemkab Purwakarta telah mengeluarkan program kesehatan gratis bernama Jaminan Kesehatan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jammpis). Kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat. </p><p><br></p><p>Dalam program ini, kata Dedipihak pemkab menggandeng 11 Rumah Sakit yang ada di Purwakarta dan Bandung. Rumah sakit tersebut ditunjuk sebagai pelayan untuk memberikan pengobatan bagi warga Purwakarta yang sakit.</p><p><br></p><p> </p><p>"Jadi, dalam program ini semua masyarakat yang miskin dan yang kaya jika sakit bisa dilayani di 11 rumah sakit dengan cukup membawa foto kopi kartu keluarga (KK), KTP, dan surat rujukan dari Puskesmas setempat," ujarnya. </p><p><br></p><p>Selain itu, Pemkab Purwakarta juga menambah fasilitas cuci darah di RSUD dan menanggung biaya untuk pasien cuci darah.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 12:04 WIB

BNN gagalkan penyelundupan 15 ribu pil ekstasi dari pasutri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:53 WIB

Presiden berikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya PKH

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:43 WIB

KSAU resmikan Sathar 65 di Lanud Iswahjudi

Manajemen | 13 Desember 2018 - 11:35 WIB

Waspadai investasi bodong dengan melihat ciri-cirinya

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:26 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Hukum | 13 Desember 2018 - 11:15 WIB

KPK tuntut maksimal Bupati Cianjur agar jera

<p>Kesejahteraan masyarakat bisa dicapai melalui pola pendidikan dan kesehatan. Oleh karenanya, perhatian khusus terhadap dua bidang tersebut harus tetap dijalankan, khususnya oleh para pemangku pemerintahan.</p><p><br></p><p>Seperti halnya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Persoalan pendidikan dan kesehatan memang menjadi perhatian serius. Demikian dikatakan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kepada Tim Elshinta Eksplor.</p><p><br></p><p>Jika di bidang pendidikan, Kabupaten Purwakarta telah menerapkan pola kurikulum pendidikan berkarakter, di bidang kesehatan banyak hal yang dilakukan oleh Pemkab Purwakarta. </p><p><br></p><p>Kang Dedi, demikian sapaan akrab bupati yang juga budayawan ini mengatakan untuk program kesehatan yang kini dilakukan adalah di mana setiap desa telah disiapkan ambulance on call untuk antar-jemput warga yang sakit secara gratis. "Secara keseluruhan ada sekitar 200 mobil ambulance yang tersedia," katanya. </p><p><br></p><p>"Kami ingin masyarakat yang sakit dan memerlukan perawatan secara cepat dapat terlayani dengan baik dengan adanya ambulance on call ini," tegas Dedi.</p><p><br></p><p>Dedi tidak ingin warga yang sakit terlambat mendapatkan pelayanan medis. Sebab, ia khawatir bisa fatal akibatnya jika warga terlambat ditangani. </p><p><br></p><p>Dedi juga mengungkapkan, sejak tahun 2013, Pemkab Purwakarta telah mengeluarkan program kesehatan gratis bernama Jaminan Kesehatan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jammpis). Kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat. </p><p><br></p><p>Dalam program ini, kata Dedipihak pemkab menggandeng 11 Rumah Sakit yang ada di Purwakarta dan Bandung. Rumah sakit tersebut ditunjuk sebagai pelayan untuk memberikan pengobatan bagi warga Purwakarta yang sakit.</p><p><br></p><p> </p><p>"Jadi, dalam program ini semua masyarakat yang miskin dan yang kaya jika sakit bisa dilayani di 11 rumah sakit dengan cukup membawa foto kopi kartu keluarga (KK), KTP, dan surat rujukan dari Puskesmas setempat," ujarnya. </p><p><br></p><p>Selain itu, Pemkab Purwakarta juga menambah fasilitas cuci darah di RSUD dan menanggung biaya untuk pasien cuci darah.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com