Senin, 23 April 2018

Kudus diharapkan segera miliki Perda Perlindungan Kretek

Minggu, 26 Februari 2017 18:38

Foto: Sutini Foto: Sutini
Ayo berbagi!

Sebagai kabupaten yang memiliki banyak perusahaan rokok atau Industri Hasil Tembakau (IHT) yang umum dikenal dengan kretek, tidak berlebihan jika Kudus memiliki Peraturan Daerah (Perda) perlindungan terhadap kretek.

Wakil Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, H. Muhamad Sarmanto kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Minggu (26/2) mengatakan, Kudus memiliki banyak IHT, maka sudah seharusnya memiliki Perda Perlindungan Kretek. Dimana ada dua pertimbangan mengapa Kudus harus memiliki Perda Perlindungan Kretek tersebut.

Pertama, kretek merupakan heritage identitas Kudus, ini diperkuat dengan fakta, kretek pertama kali ditemukan oleh putra asli Kudus dan di Kudus pula.

Pertimbangan kedua, dilihat dari aspek ekonomi kerakyatan yang mana kretek berkontribusi besar bagi perekonomian rakyat dengan luasnya lapangan kerja. Belum lagi efek dominonya, seperti pasar tradisional di area brak (Perwakilan Perusahaan Rokok) hingga penitipan sepeda dari buruh pabrik rokok. Maka pihaknya berharap segera memiliki Perda Perlindungan Kretek.

Dia menyampaikan, kretek menyimpan khazanah tidak ternilai dalam kesejarahan (historisitas) Kudus dan masyarakatnya, karena itulah, kretek perlu proteksi agar tidak terkikis oleh (mereka) yang anti kretek.

Peneliti Pusat Studi Kretek (Puskindo) Universitas Muria Kudus (UMK), Zamhuri mengutarakan, sebagian besar masyarakat Kudus perekonomiannya ditopang oleh keberadaan IHT, kenyataan ini tidak bisa ditolak dan sudah berlangsung ratusan tahun. Keberadaan pabrik rokok hampir ada di setiap desa mampu membuat masyarakat sekitar terangkat perekonomiannya, termasuk juga dari sisi tenaga kerja tidak ada warga yang menganggur di usia produktif.

"Agar kehidupan ekonomi masyarakat Kudus bisa tetap berjalan serta terhindar dari upaya-upaya yang memupus pasar keberadaan IHT, maka perlu kebijakan untuk memproteksinya,’’ tandas Zamhuri.

Menurutnya, upaya untuk memproteksi IHT, salah satunya bisa dilakukan dengan menerbitkan Perda Perlindungan Kretek.

'’Keberadaan Perda Perlindungan Kretek sangat penting, karena adanya stigmatisasi oleh sekelompok masyarakat yang kemudian memengaruhi regulasi, sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap penyusutan produksi IHT,’’ jelasnya.

Stigmatisasi yang dilakukan secara terus menerus oleh kelompok anti tembakau, lambat laun bisa mengancam berkurangnya tenaga kerja di sektor produksi, terutama untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT), yang pada gilirannya bisa mengurangi pasar.

Keberadaan Perda Perlindungan Kretek itu sendiri adalah untuk melindungi tenaga kerja disektor tersebut, akibat ancaman yang disebabkan oleh regulasi yang semakin menekan.

Urgensi dari Perda ini nantinya untuk menjaga keberlangsungan IHT yang berkontribusi besar bagi masyarakat. Selain itu, untuk menjaga tradisi dan budaya kretek, warisan nenek moyang yang memiliki nilai kebudayaan tinggi, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, hingga kontribusinya yang besar pada pelestarian lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan olahraga.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar