Sabtu, 23 Juni 2018 | 00:14 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Jembatan Mrican Kediri amblas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: RadarKediri/JawaPos.com
Foto: RadarKediri/JawaPos.com
<p>Jembatan Mrican yang melintang di atas Sungai Brantas, tepatnya di Desa Jongbiru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri amblas dihantam arus air. Akibatnya, jalur alternatif penghubung tiga daerah, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur itu terputus, Rabu (1/2) malam.</p><p>Menurut pedagang soto daging di sekitar, Suparman, sebelum amblas, sempat terdengar bunyi gemeretek seperti baut yang terlepas dari besi. Tidak lama kemudian setengah dari jembatan raib terbawa arus.</p><p>"Sejak dua hari lalu debit air di Sungai Brantas meningkat. Arus sungai juga menjadi deras. Oleh karena itu, masyarakat setempat sudah mengimbau agar jembatan tidak dilintasi. Ternyata benar, malam ini sekitar pukul 23.30 WIB jembatan putus," kata Suparman, seperti dikutip dari beritajatim.</p><p>Setengah dari jembatan sudah amblas. Begitu juga dengan tiang penyangganya. Bagian yang terputus ini berada di sebelah barat, masuk wilayah Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. Sementara, bagian timur yang masuk Desa Jongbiru masih berdiri.</p><p>Aparat kepolisian dari Polsek Mojoroto, Satpol PP Kota Kediri tampak berjaga di sebelah barat. Sementara dari Polsek Gampengrejo bersama Tagana berjaga di sisi sebelah timur. Masing-masing pintu jembatan telah ditutup menggunakan bambu dan poster bertuliskan penutupan jembatan.</p><p>"Putusnya Jembatan Mrican ini disebabkan oleh arus deras Sungai Brantas yang menghantam tiang penyangganya. Sebelumnya, kondisi jembatan memang sudah dalam keadaan mengkhawatirkan. Setengah dari jembatan sudah melengkung karena tiangnya terus tergerus arus sungai," ujar Babinkamtibmas Mrican Bripka Kabul.</p><p>Menurut warga, banyak pangkal bambu yang mengangkut di tiang jembatan sebelum amblas. Kayu-kayu juga ikut tersangkut. Diduga, tiang penyangga jembatan tidak mampu menahan pangkal bambu dan kayu, sehingga akhirnya terhanyut, dan jembatannya runtuh.</p><p>Berdasarkan prasasti marmer yang menempel di sisi timur pagar jembatan menunjukkan bangunan penyeberangan di Sungai Brantas itu diresmikan 15 Oktober 1898 silam. Prasasti yang masih terawat bagus itu tertulis, De Eerste Steen Gelegd Door, Marie Cornelie De Rueter De Wildt, 15 Oktober 1898.</p><p>Sebelumnya, Jembatan Mrican sempat ditutup oleh Pabrik Gula Mrican Kediri karena kondisinya mengkhawatirkan. Penutupan jembatan peninggalan zaman Kolonial Belanda ini sempat menuai protes. Sebab, penutupan jembatan melumpuhkan perekonomian masyarakat sekitar.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 21:39 WIB

Bamsoet ajak elite politik fokus pada pilkada

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 21:27 WIB

Menkominfo ingatkan jajaran bekerja lebih efisien

Bencana Alam | 22 Juni 2018 - 21:12 WIB

Banjir bandang melanda dua kecamatan di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:58 WIB

Menhub minta pemuda Toba dididik ilmu pelayaran

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:45 WIB

Menlu Retno dijadwalkan hadiri pertemuan CEAPAD di Bangkok

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com