ASDP: Pemudik sepeda motor melonjak signifikan di Pelabuhan Ketapang

Update: 2026-03-30 01:40 GMT

Pemudik sepeda motor bergiliran masuk kapal feri di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, jawa Timur. Minggu (29/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto

Indomie

Lonjakan pemudik sepeda motor pada arus balik H+7 Lebaran 2026 di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mengalami lonjakan signifikan, kata Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.

"Pada hari ini penumpang sepeda motor terjadi lonjakan sangat tinggi, oleh karena itu kami melakukan upaya, yakni memaksimalkan beberapa kapal feri secara penuh memuat pemudik sepeda motor menyeberang ke Gilimanuk," ujar dia.

Dia menegaskan bahwa pemudik sepeda motor menjadi prioritas utama pada momentum arus balik Lebaran, dan prioritas kedua adalah bus penumpang, sedangkan prioritas ketiga adalah kendaraan roda empat (mobil pribadi) di penyeberangan Selat Bali itu.

Yossi menyampaikan, pengguna jasa kendaraan roda dua sepeda motor dan bus penumpang serta mobil pribadi yang menjadi prioritas utamanya di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada arus balik ini menjadi strategi ASDP untuk mengurai antrean di area parkir maupun jalur dermaga pelabuhan serta di jalan arteri depan pintu masuk pelabuhan.

"Kami terus berupaya mengurai antrean kendaraan, dan tetap mengutamakan kendaraan penumpang, sepeda motor termasuk bus penumpang agar lekas tiba di pelabuhan dan menyeberang ke Pulau Bali," katanya.

Yossi menjelaskan mengenai antrean kendaraan kendaraan truk logistik yang terjadi sejak Minggu (29/3) pagi telah terurai kembali, dan antrean tersebut merupakan proses delaying system kendaraan truk di buffer zone.

Elshinta Peduli

"Teman-teman bisa lihat bersama di pelabuhan ramai lancar, tapi di luar pelabuhan ada antrean truk. karena proses delaying system sesuai rencana yang kami telah siapkan sebelumnya. Jadi, sistem penundaan ini untuk truk, tapi untuk kendaraan penumpang justru kami percepat pemuatan dan masuk pelabuhan," ujar dia.

"Antrean pada sore hari ini masih terjadi lagi, namun tidak begitu panjang, yang sebelumnya mencapai 4 kilometer, sekarang sudah terurai dan turun menjadi sekitar 2 kilometer," kata Yossi.

Yossi meminta kepada sopir truk tetap bersabar dan karena ASDP telah menyediakan buffer zone untuk kendaraan truk bisa singgah sejenak.

"Sampai penumpang atau pemudik sepeda motor dan mobil pribadi bisa terlayani lebih dulu, sehingga nanti kami melakukan secara simultan untuk pemuatan kendaraan truk," ujar dia.

ASDP menerapkan skenario sangat padat dengan mengoperasikan 32 unit kapal di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) pada puncak arus balik H+7 Lebaran 2026.

Dari 32 kapal feri yang beroperasi pada puncak arus balik hari ini, 18 armada kapal di antaranya diterapkan skema tiba bongkar berangkat atau TBB untuk mengurai kepadatan kendaraan roda empat (mobil pribadi) dan sepeda motor termasuk kendaraan truk logistik.

Dermaga yang beroperasi dengan pola TBB itu yakni di Dermaga MB-IV ada empat unit kapal, di LCM 11 unit, sedangkan di Dermaga Bulusan ada tiga unit kapal feri.

Dari pantauan, hingga Minggu (29/3) sore, pemudik mobil pribadi, bus penumpang dan ribuan pemudik sepeda motor terus berdatangan di Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News