Baznas kirim hidangan buka puasa sumbangan warga RI untuk warga Gaza
Sejumlah juru masak sedang menyiapkan hidangan berbuka puasa sumbangan masyarakat Indonesia yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk warga di Gaza, Palestina. ANTARA/HO-Baznas RI.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan sebanyak 1.314 paket hidangan berbuka puasa sumbangan masyarakat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina.
Melalui keterangan di Jakarta, Jumat, Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan distribusi paket berbuka puasa ini merupakan salah satu prioritas utama Baznas agar warga Palestina dapat berbuka puasa dengan asupan nutrisi yang layak di tengah kondisi sulit.
"Melalui paket hidangan berbuka ini, kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana tetap memiliki kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan merasakan dukungan nyata dari masyarakat Indonesia," katanya.
Noor menyebut pada Ramadhan ini kebutuhan pangan di Gaza menjadi hal yang krusial. Maka dari itu, pendistribusian ini merupakan langkah taktis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warga Gaza di tengah keterbatasan akses logistik selama bulan Ramadhan.
"Paket bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus segera sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Baznas berkomitmen untuk terus berupaya menyalurkan bantuan secara konsisten guna memastikan kebutuhan dasar warga Gaza terpenuhi selama menjalankan ibadah puasa di situasi yang sulit ini," ujarnya.
Meskipun penyaluran logistik di wilayah Gaza mendapat tantangan karena situasi yang belum stabil, Noor menyatakan Baznas terus berkoordinasi dengan mitra-mitra kemanusiaan di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat.
"Ramadhan adalah bulan berbagi dan peduli. Kami berupaya agar kehadiran Baznas di Gaza dapat meringankan duka mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, sehingga mereka tetap bisa berbuka dengan layak," ujarnya.
Oleh karena itu, Noor mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit.
"Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," tutur Noor Achmad.


