Biofuel dinilai jadi solusi transisi sebelum kendaraan listrik

Update: 2026-04-24 04:30 GMT

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho dalam acara bertajuk Menuju Elektrifikasi Kendaraan Tanpa Bocor Anggaran di Jakarta, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai penggunaan biofuel, seperti biodiesel dan bioetanol, dapat menjadi solusi energi peralihan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) sebelum penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) semakin luas.

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho menyebut biofuel berpotensi menjadi bahan bakar penghubung menuju penggunaan kendaraan listrik.

Menurut Andry, peran biofuel sebagai energi transisi dari BBM berbasis fosil akan sangat terasa di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), yang hingga kini masih terbatas dari sisi infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Ia menilai, sambil menunggu pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di berbagai daerah, masyarakat dapat mulai mengurangi ketergantungan terhadap BBM fosil dengan memanfaatkan biofuel.

Andry juga menilai biofuel dan kendaraan listrik memiliki segmen penggunaan yang berbeda. Di sejumlah wilayah, BBM masih dibutuhkan, namun biofuel dapat menjadi alternatif sembari menunggu kesiapan infrastruktur kendaraan listrik.

Karena itu, ia mendorong agar pengembangan biofuel dan kendaraan listrik dapat berjalan secara bersamaan sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa kebijakan mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan mulai diterapkan di seluruh sektor pada 1 Juli 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa saat ini B50 masih dalam tahap uji jalan yang ditargetkan rampung pada Mei 2026 untuk sektor otomotif.

Uji coba tersebut telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dengan melibatkan sembilan unit kendaraan. Setelah tahap uji jalan selesai, Kementerian ESDM akan melakukan pemeriksaan kondisi mesin kendaraan.

Seluruh proses uji jalan dan evaluasi mesin untuk sektor otomotif ditargetkan selesai pada Juni 2026. Hasil sementara pengujian menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan.

Tags:    

Similar News