Bocah 9 tahun tewas tenggelam di Embung Sejuk Cipayung Jaktim
Warga mencari bocah berinisial MIR (9) yang tenggelam di Embung Sejuk, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (15/2/2026) sore. (ANTARA).
Seorang bocah berinisial MIR (9) ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Sejuk, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), Minggu (15/2) sore.
Korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang saat bermain bersama teman-temannya di sekitar waduk.
"Korban ini ternyata enggak bisa berenang. Saat teman-temannya naik ke daratan, mereka mencari korban dan akhirnya minta tolong warga," kata Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Edy Handoko saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Warga sekitar yang mendapat laporan tersebut langsung berdatangan untuk membantu proses pencarian.
Setelah beberapa jam upaya evakuasi dilakukan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Edy memastikan kejadian tersebut murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dari teman-teman korban.
"Tidak ada dorongan. Anak-anak biasa main dan berenang di sana. Korban ini tidak bisa berenang, lalu tenggelam," ucap Edy.
Setelah dievakuasi, orang tua korban sempat membawa MIR ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong meski telah ditangani dokter.
"Orang tua korban juga sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun," ujar Edy.
Sementara itu, salah satu saksi mata berinisial N (48) menuturkan sebelum kejadian, korban bersama teman-temannya sempat mengajak seorang bocah lain untuk bermain sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, anak tersebut tidak ikut karena masih tertidur.
"Karena tidak bangun, akhirnya mereka jalan ke waduk. Tidak lama, anak tetangga ini bangun, baru dikasih tahu sama emaknya kalau tadi teman-temannya ngajak main," kata N.
N meminta pemerintah setempat agar meningkatkan pengawasan di lokasi tersebut.
"Harus ada imbauan atau papan pengumuman supaya anak-anak tidak berenang di waduk," ucap N.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat sekitar untuk lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di area perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan.


