Menko PM lepas 200 PMI ke Jepang lewat SMK Go Global

Update: 2026-04-04 02:30 GMT
Indomie

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar melepas dan memberangkatkan sebanyak 200 orang pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang dalam program pemerintah SMK Go Global.

Muhaimin mengatakan pemberangkatan ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema Specified Skilled Worker (SSW) di sektor manufaktur sebagai bagian dari strategi nasional merupakan upaya memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global, melalui program SMK Go Global.

"Tahap pertama ini kita akan memberangkatkan sekitar 200 orang lebih. Malam ini dimulai dari 50 orang untuk berangkat ke Jepang dengan kontrak lima tahun," katanya di Tangerang, Jumat (3/4).

Ia mengatakan PMI yang diberangkatkan ke Jepang itu berasal dari sejumlah sekolah kejuruan di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Di mana mereka telah memiliki keahlian khusus baik itu keahlian maupun bahasa.

"Sudah (dilatih), dan kalau tidak boleh berangkat sebelum siap. Jadi mereka langsung kerja," katanya.

Menurut Muhaimin, pengiriman pekerja migran tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen kerja sama antar kedua negara dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), di mana mereka bukan hanya bekerja melainkan bisa memperluas dan meningkatkan level kapasitas keahlian setiap individu.

Kendati demikian, lanjutnya, ke depan jumlah pekerja yang memiliki keahlian khusus di Indonesia semakin membesar yang kemudian akan dibutuhkan oleh negara-negara maju seperti Jepang, Korea hingga Eropa.

Elshinta Peduli

"Karena mereka kita harapkan bukan saja bekerja tetapi juga meningkatkan kapasitas. Belajar untuk terus memiliki kualitas dengan standar global. Saya mengajak kepada semua SMK-SMK untuk terus mengejar kapasitas kualitas standar global itu, sehingga nanti banyak negara maju kekurangan tenaga kerja. Dan itu kesempatan buat anak-anak kita untuk belajar," katanya menjelaskan.

Muhaimin juga menyebut bahwa pekerja migran akan terus menjadi prioritas nasional dalam upaya menciptakan kesejahteraan jangka panjang. PMI diharapkan tidak hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi agen transformasi ekonomi saat kembali ke tanah air.

Ia mengingatkan kepada para calon PMI agar terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas dan profesionalisme, menghormati hukum serta budaya negara tujuan, serta mengelola keuangan dengan bijak untuk masa depan yang lebih baik.

Dalam hal itu, program SMK Go Global menjadi salah satu atensi khusus Presiden Prabowo Subianto yang diinstruksikan langsung kepada Menko A Muhaimin Iskandar pasca Rapat Kabinet pada 5 November 2025 lalu. Program SMK Go Global yang berjalan hari ini adalah langkah awal, sebuah fase ploting yang didukung pembiayaan corporate social responsibility (CSR) BUMN.

"Dari sini, model program diuji dan disempurnakan, sebagai fondasi menuju implementasi skema reguler yang saat ini tengah disiapkan," katanya.

Elshinta Peduli

Similar News