BPBD ungkap SD di Magetan roboh karena kondisi lapuk

Update: 2026-04-13 08:00 GMT

Petugas BPBD Magetan meninjau bangunan SDN 2 Bendo di Desa Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, roboh pada Minggu (12/4/2026) malam setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat. ANTARA/HO-BPBD Magetan

Indomie

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Jawa Timur, mencatat sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bendo di Desa Bendo, Kecamatan Bendo, roboh karena kondisinya yang telah lapuk dan berusia tua.

Sesuai informasi, bangunan sekolah tersebut roboh pada Minggu (12/4) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan desa setempat, dari sore hingga malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo dalam keterangannya di Magetan, Senin, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun material bangunan yang roboh menimpa satu truk milik Iskandar (55), warga desa setempat yang terparkir di samping sekolah.

"Truk tersebut mengalami kerusakan kategori sedang di beberapa bagian badan kendaraan, karena tertimpa reruntuhan bangunan," ujarnya.

Setelah menerima laporan warga pada Minggu malam, pihaknya segera mengirim Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB ke lokasi untuk melakukan pendataan dan asesmen awal.

"Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, warga, serta Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Magetan untuk langkah penanganan selanjutnya," kata Eka Radityo.

Kerja bakti pembersihan material bangunan yang roboh dilaksanakan pada Senin (13/4) pagi mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan personel BPBD, pihak sekolah, dan warga setempat. Petugas bergotong royong membersihkan runtuhan bangunan.

Sebagai langkah antisipasi darurat, kata dia, area sekitar bangunan langsung disterilkan. Petugas memasang pelang agar warga dan khususnya anak-anak, tidak mendekati lokasi reruntuhan guna menghindari bahaya.

Elshinta Peduli

Sesuai pemetaan, pihaknya mengimbau masyarakat Magetan untuk waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi pada musim peralihan dari hujan ke kemarau yang rawan terjadi.

Data BPBD Magetan mencatat sebanyak 84 bencana dan kejadian terjadi di wilayah setempat sepanjang Maret 2026, dengan rincian 37 bencana merupakan kejadian cuaca ekstrem angin kencang, 18 bencana tanah longsor, 22 kejadian banjir luapan, satu kejadian evakuasi pencarian dan pertolongan, tiga kejadian evakuasi pencarian dan pertolongan hewan, dan tiga kejadian tumpahan solar di jalan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News