Dampak kondisi Timur Tengah, Pertamina perketat pengawasan operasi
Foto udara Kapal Tanker MT Kasim membawa bantuan dan BBM dari dermaga Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (6/12/2025). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional dengan memprioritaskan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional sebagai fokus utama melalui penguatan mitigasi risiko dan pemantauan intensif di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas setempat untuk memonitor secara intensif seluruh pekerja, operasional dan armada yang berada di area Timur Tengah.
"Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru," ujar Baron.
Sebagai tulang punggung energi Indonesia, Baron mengatakan perusahaan memastikan seluruh lini bisnis mulai dari penyediaan minyak mentah, hingga penyediaan kebutuhan BBM dan LPG domestik terus beroperasi secara optimal dan dalam kondisi terkendali.
Terdapat tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika di kawasan tersebut, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive terkait aktivitas pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di Kawasan Timur Tengah.
Perusahaan pelat merah ini juga akan terus memantau perkembangan dinamika energi global dan telah melakukan mitigasi guna memastikan kelancaran rantai pasok global dan ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Pertamina memiliki portofolio sumber pasokan minyak mentah, produk BBM dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra.
Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah dinamika geopolitik.
Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi.
Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai dan terkendali.
"Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Baron.


