Dinkes ungkap belum ada temuan kasus campak di Jakarta

Update: 2026-03-11 06:10 GMT

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dijumpai di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Indomie

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan sampai dengan saat ini belum ada temuan kasus positif campak di Jakarta.

“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif,” kata Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).

Dia mengatakan meskipun kasus campak di Jakarta masih nihil, namun penyakit tersebut sudah ada di beberapa daerah di sekitar ibu kota.

Untuk itu, dia meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit tersebut, terutama pada momen Idul Fitri nanti.

“Lebaran, ketika ramai, biasanya banyak berinteraksi antara satu dengan yang lain. Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi, bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar,” ungkap Ani.

Walaupun saat ini kasus campak masih belum ditemukan di Jakarta, dia menyebutkan pihaknya masih melakukan pemantauan secara terus menerus atau surveilans.

Apabila ditemukan ada yang bergejala, maka Dinkes DKI segera memeriksakannya ke laboratorium.

“Ada beberapa lokasi faskes (fasilitas kesehatan) yang menjadi lokasi surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI)-nya. Nanti yang memang kami temukan yang bergejala, kita cek di laboratorium,” jelas Ani.

Pada September 2025, Dinkes DKI mencatat terdapat 218 kasus campak, tanpa laporan kematian. Kasus tersebut ditemukan salah satunya di Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.

Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyasar 9.000 anak.

Hasilnya, cakupan imunisasi per September 2025 tercatat sekitar 77,22 persen. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News