Jelang Lebaran, harga daging ayam dan sapi di pasar Jaktim naik

Update: 2026-03-12 08:50 GMT

Pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Indomie

Harga daging ayam dan sapi di sejumlah pasar di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Kramat Jati, Ahmad (44) mengatakan, kenaikan harga ayam sudah mulai terjadi sejak awal Ramadhan dan perlahan naik menjelang Idul Fitri.

"Dari masuk Ramadhan udah ada kenaikan, tapi makin ke sini perlahan naiknya. Sekarang harga ayam sekitar Rp50 ribu per kilogram, sebelumnya masih Rp45 ribu," kata Ahmad di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.

Menurutnya, permintaan dari pembeli meningkat karena banyak warga mulai menyiapkan berbagai kebutuhan makanan untuk berbuka puasa maupun persiapan Lebaran.

"Pembeli juga mulai ramai, apalagi kalau sudah mendekati Lebaran biasanya bisa lebih ramai lagi," ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga biasanya dipengaruhi oleh pasokan dari pemasok yang ikut meningkat seiring tingginya permintaan pasar.

"Kalau pasokan tetap terjaga, lonjakan harga diperkirakan masih dapat dikendalikan," ucap Ahmad.

Para pedagang memperkirakan harga daging ayam dan sapi masih berpotensi naik dalam beberapa pekan ke depan hingga mendekati hari raya.

Hal serupa dikatakan pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara, Jaka (39). Jaka mengatakan harga daging sapi saat ini sudah mulai naik dibandingkan beberapa hari lalu, namun kenaikannya masih dalam batas wajar.

"Kalau sekarang daging sapi sekitar Rp145 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram. Sebelumnya masih Rp130-135 ribuan. Biasanya kalau sudah seminggu sebelum Lebaran bisa naik lagi karena permintaan tinggi," katanya.

Elshinta Peduli

Meskipun harga naik, kata dia, minat pembeli tetap cukup tinggi. Banyak pelanggan yang membeli daging sapi untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner menjelang Lebaran.

Menurut Jaka, kenaikan harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan merupakan hal yang hampir terjadi setiap tahun. "Pasti kan pengaruhnya karena konsumsi masyarakat, untuk bikin macam-macam seperti hidangan khas Lebaran opor ayam, rendang, dan semur daging," katanya.

Meski harga mulai merangkak naik, pedagang memastikan stok daging ayam maupun sapi di pasar masih cukup tersedia.

Jaka juga berharap pasokan dari distributor tetap lancar agar kenaikan harga tidak terlalu tinggi menjelang Idul Fitri.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih dalam kondisi terkendali.

Budi usai melalukan Gerakan Bersih Pasar di Jakarta, Rabu (11/3) mengatakan, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan secara rutin melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang memantau harga secara daring di berbagai daerah di Indonesia.

"Berdasarkan pantauan kami melalui SP2KP, jadi kami ini ada pantauan secara online SP2KP yaitu pantauan harga seluruh Indonesia di 550 titik pasar atau di sekitar 514 kabupaten/kota. Sampai sekarang alhamdulillah harga kebutuhan bahan pokok terkendali, pasokan terjamin, kemudian harga stabil," jelas Budi.

Lebih lanjut, berdasarkan pengecekan langsung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dia mengatakan saat ini masyarakat sudah mulai berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri.

"Ini menjelang Lebaran, tadi berdasarkan pengecekan di pasar sudah mulai banyak pembeli, pengunjung yang berdatangan atau semakin meningkat ibu atau bapak-bapak yang sedang berbelanja," ujar Budi Santoso.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News