Kakorlantas: 28 persen kendaraan sudah keluar Jakarta

Update: 2026-03-17 01:19 GMT

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho (tengah) memberikan keterangan pers di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Indomie

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut bahwa hingga Senin (16/3) atau hari keempat Operasi Ketupat 2026, sebanyak 28 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

“Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan meninggalkan (Jakarta) ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga ke Cikupa, Banten, sampai Sumatera, sampai sekarang 28 persen yang sudah meninggalkan Jakarta,” katanya di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3) malam.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas yang mengamankan arus mudik dan arus balik.

Lebih dari itu, melalui operasi ini, negara Polri, dan para stakeholder hadir untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, dan Hari Raya Nyepi harus berjalan aman.

“Aman di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan aman di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Jadi, dua momentum sosial dan spiritual ini harus terjaga dan harus khusyuk, dan masyarakat betul-betul terlayani dengan baik,” katanya.

Terdapat lima klaster yang menjadi fokus pengamanan dalam operasi ini. Klaster pertama adalah jalan tol.

“Jalan tol dan dinamikanya; ada rest area, ada bottleneck, dan nanti juga ada contraflow, ada one way, ada di jalan tol,” katanya.

Klaster kedua adalah jalan arteri ataupun jalan nasional, termasuk jalan-jalan alternatif yang menuju ke tempat-tempat wisata.

Klaster ketiga adalah pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, Ketapang, Merak-Bakauheni, sampai dengan yang berada di luar Jawa.

Elshinta Peduli

“Termasuk di dalamnya ada terminal, bandara, stasiun, ini juga menjadi sasaran,” imbuhnya.

Klaster keempat adalah tempat-tempat ibadah, utamanya masjid yang akan digunakan salat Idul Fitri dan tempat-tempat untuk momen takbiran.

Klaster terakhir adalah tempat-tempat wisata.

“Biasanya pra-Idul Fitri itu nanti banyak sekali tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi dan ini sudah kita siapkan baik yang ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, termasuk yang ada di luar Jawa,” katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News