Korban bencana Jembatan Kembar dapat bantuan dari warga Jerman
Warga Jerman berfoto bersama warga terdampak bencana banjir bandang yang menerjang kawasan perumahan di Jembatan Kembar, Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (15/3/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Sebanyak 31 kepala keluarga korban banjir bandang di Jembatan Kembar yang terletak di perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mendapat bantuan dari warga Jerman dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.
Bantuan tersebut diberikan oleh Cornelia Fey, warga Jerman berusia 51 tahun yang berkunjung ke Sumatera Barat untuk merasakan hidup dengan kultur matrilineal di Ranah Minang.
Cornelia saat membagikan bantuan kepada warga terdampak bencana di Jembatan Kembar, Minggu, menyampaikan bahwa ia dan teman-temannya mengakui bencana yang menimpa Sumatera Barat sangat mengerikan.
“Sangat mengerikan melihat banyak orang yang terdampak dari banjir ini dan yang terjadi. Saya merasa sangat tersentuh datang ke lokasi (bencana) dan melihat semua rumah telah lenyap, dan warga menunjukkan rumah mereka yang dulunya ada,” katanya.
Wanita yang menekuni bidang pengobatan tradisional jenis herbal itu menceritakan kejadian tersebut kepada teman-temannya di Jerman. Kemudian, donasi senilai Rp93 juta berhasil terkumpul.
Uang tersebut dibagikan kepada keluarga terdampak bencana banjir yang tersebar di beberapa titik, seperti Jembatan Kembar, Baruah Gunuang Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Maninjau di Kabupaten Agam.
Salah satu penerima bantuan, Desi mengaku sangat senang menerima bantuan uang tunai senilai Rp500 ribu yang akan digunakannya untuk menyambung hidup.
“Sangat senang bantuan ini, untuk menyambung hidup ke depan, sedikit banyaknya karena suami belum bekerja lagi,” ucap ibu satu anak itu.
Senada, Rista mengaku selalu bersyukur setiap mendapat bantuan, baik dari perseorangan maupun dari pemerintah. Ia bercerita bahwa dirinya masih terpukul akan musibah yang melenyapkan tempat tinggalnya yang baru saja selesai dibangun.
“Bersyukur mau Lebaran. Kalau bantuan, Alhamdulillah, sembako mencukupi, tapi untuk biaya beli cabe, campuran masakan itu yang masih kurang,” kata dia.
Berdasarkan Dashbord Satu Data Bencana Sumatera Barat yang diakses Minggu, jumlah warga terdampak banjir pada November 2025 di Sumatera Barat mencapai 297.232 orang dengan 233 jiwa meninggal, 31 jiwa meninggal belum teridentifikasi, dan 72 jiwa masih dinyatakan hilang.


