Korlantas: Kecelakaan dan fatalitas Nataru 2025–2026 turun 27,15 persen

Pergerakan kendaraan periode Nataru mencapai 2.859.000 kendaraan

Update: 2026-01-05 12:12 GMT

Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan PT Jasa Raharja menyatakan pelaksanaan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali, Minggu (4/1/1016). Foto : Radio Elshinta Arie Dwi P 

Elshinta Peduli

Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan PT Jasa Raharja menyatakan pelaksanaan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali. Hasil analisa dan evaluasi menunjukkan adanya penurunan signifikan angka kecelakaan dan fatalitas korban meninggal dunia dibandingkan tahun sebelumnya.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, secara umum kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama Operasi Nataru berada dalam situasi yang kondusif.

“Kalau tahun lalu terdapat tiga peristiwa menonjol, pada Operasi Nataru tahun ini turun menjadi satu peristiwa menonjol. Jalan tol, jalan arteri, hingga jalur menuju tempat wisata semuanya terkendali,” kata Agus saat konferensi pers di Jasamarga Tollroad Command Center, Bekasi, Minggu (4/1/2026).

Agus mengungkapkan, penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang terukur berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan data yang dihimpun, fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin Nataru turun 27,15 persen.

“Ini cukup baik. Fatalitas korban meninggal dunia turun 27,15 persen, sementara jumlah kecelakaan juga menurun sekitar 7 persen. Ini hasil dari kolaborasi seluruh stakeholder,” ujarnya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono menambahkan, dari proyeksi 2,9 juta kendaraan yang melintas di ruas jalan tol Jasa Marga Group selama periode Nataru, realisasi pergerakan kendaraan telah mencapai sekitar 2.859.000 kendaraan.

Elshinta Peduli

“Pergerakan kendaraan masih didominasi arah timur sebesar 46 persen, kemudian arah barat 29,2 persen, dan arah Bogor 23 persen. Secara umum pergerakan masyarakat sudah sesuai dengan proyeksi,” kata Rivan.

Ia menjelaskan, arus balik menuju Jakarta terpantau landai dan terkendali, termasuk di titik pertemuan utama seperti Kilometer 66 Tol Jakarta–Cikampek. Berdasarkan hasil pemantauan traffic counting dan CCTV, tidak diperlukan penerapan contraflow pada malam hari menjelang penutupan Operasi Nataru.

“V/C ratio tertinggi di KM 66 berada di angka 0,7, masih dalam batas aman dan memungkinkan kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menyampaikan, Operasi Nataru yang dimulai sejak 18 Desember 2025 akan berakhir pada Minggu malam pukul 24.00 WIB. Secara umum, seluruh indikator keselamatan dan kelancaran menunjukkan hasil yang positif.

“Operasi Nataru berjalan dengan baik dan lancar. Ini menjadi bahan evaluasi penting untuk persiapan Operasi Idul Fitri 2026,” kata Aan.

Aan menambahkan, pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan angkutan barang, rekayasa lalu lintas, dan pengaturan penyeberangan akan berakhir seiring berakhirnya Operasi Nataru. Meski demikian, pemerintah telah mengantisipasi potensi lonjakan angkutan barang, khususnya di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

“Koordinasi dengan Korlantas dan Polda Banten sudah dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan meskipun operasi berakhir,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan, selama periode 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, tercatat 495 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang telah menerima santunan dari Jasa Raharja.

Jumlah korban meninggal dunia ini turun sekitar 7 persen dibandingkan periode yang Timur dengan 109 korban, disusul Jawa Tengah sekitar 95 korban, dan Jawa Barat sebanyak 43 korban.

Operasi Lilin Nataru 2026 digelar Polri bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Operasi ini mencakup pengamanan lalu lintas di jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata. Evaluasi hasil Operasi Nataru menjadi dasar perbaikan dan persiapan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.

Arie Dwi Prasetya

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News