MOI desak buka kembali Masjid Al-Aqsa bagi umat muslim
Aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026), sebagai belasungkawa terhadap tiga personel TNI yang gugur di Lebanon Selatan serta desakan membuka kembali Masjid Al-Aqsa bagi umat muslim. ANTARA/Risky Syukur.
Majelis Ormas Islam (MOI) dalam aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu, mendesak agar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem kembali dibuka bagi umat muslim.
"Masjid Al-Aqsa saat ini sedang dikunci untuk kaum muslimin, sedangkan Yahudi boleh masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa. Inilah sesuatu yang perlu kita gebrak di dunia Islam, bahwa harus ada kesadaran dunia Islam," kata Ketua Presidium MOI KH. Nazar Haris.
Menurut dia, aksi yang dihadiri oleh ribuan orang itu merupakan bentuk desakan terhadap dunia internasional untuk segera membuka akses masjid tersebut bagi umat muslim.
"Membela, membebaskan, membuka dan memerdekakan Masjid Al-Aqsa untuk kaum muslimin. Ini sesuatu yang penting. Maka pada hari ini, kita mengadakan aksi untuk memulai kesadaran di dunia Islam," tutur Nazar.
"Kita mengingatkan bahwa Masjid Al-Aqsa, salah satu masjid utama umat Islam. Selain Masjid Al-Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, ada Masjid Al-Aqsa, bahkan disebutkan dalam Al-Quran," tambah Nazar.
Diketahui, ribuan warga menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Minggu pagi, sebagai belasungkawa terhadap tiga personel TNI yang gugur di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB.
Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 08.30 WIB, masa aksi yang diprakarsai oleh Majelis Ormas Islam (MOI) itu memadati area Jalan Merdeka Selatan arah barat.
Massa membeludak hingga ke gerbang Monas dekat Stasiun Gambir.
Ribuan massa aksi bertajuk "Berjuta Doa untuk Syuhada" itu mengenakan pakaian berupa gamis yang mayoritas berwarna putih dengan atribut Indonesia dan Palestina.
Di seberang Kedubes AS, tepatnya di samping brikade beton, berdiri panggung orasi dengan tinggi sekitar dua meter.
Pada bagian latar belakang panggung itu, terpampang gambar ketiga perajurit TNI yang gugur, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Fariza Rhomadhon.


