OMC Riau semai 11 ton garam cegah Karhutla meluas

Operasi modifikasi cuaca di Riau picu hujan buatan guna jaga kelembapan lahan gambut rawan terbakar

Update: 2026-04-04 15:00 GMT

Antara

Indomie

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau telah menyemai sebanyak 11 ton garam ke atmosfer sejak 28 Maret hingga 1 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk memicu hujan buatan guna menjaga kelembapan lahan, khususnya gambut, agar tidak mudah terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada awal Februari 2026.

“Operasi ini bertujuan memicu hujan buatan agar kondisi lahan, khususnya gambut, tetap lembap dan tidak mudah terbakar,” ujarnya di Pekanbaru, Sabtu (4/4).

OMC difokuskan di wilayah pesisir timur Riau, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai. Upaya ini dinilai cukup efektif dalam menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah rawan.

Selain penyemaian garam melalui pesawat OMC, pemerintah daerah juga mengerahkan satu unit helikopter untuk operasi water bombing. Saat ini, BPBD tengah mengajukan tambahan helikopter guna memperkuat penanganan karhutla yang terus meluas.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat adanya 310 titik panas di Provinsi Riau, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis.

Secara keseluruhan, Pulau Sumatra terdeteksi memiliki 405 titik panas, dengan Riau sebagai wilayah dengan jumlah terbanyak dibandingkan provinsi lainnya.

Dengan kombinasi operasi modifikasi cuaca, pemadaman udara, serta pemantauan titik panas, pemerintah berharap risiko kebakaran hutan dan lahan di Riau dapat ditekan, terutama memasuki periode rawan kekeringan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News