Penataan jalan HR Rasuna Said sisi timur berkonsep "complete street"

Update: 2026-02-27 09:36 GMT

Arsip - Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/5/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menuntaskan dengan merapikan tiang-tiang bekas proyek monorel yang mangkrak selama hampir dua dekade di Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika, Jakarta karena dinilai mengganggu estetika kota. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Indomie

Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengatakan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan mengusung konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif atau complete street.

"Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan Mukhlisin dalam kegiatan sosialisasi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat.

Dia mengatakan Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan.

Rencana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur, kata dia, akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung," ujar Mukhlisin.

Menurut dia, pekerjaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Saya berharap penataan ini dapat menjadikan wajah Jalan HR Rasuna Said sisi timur lebih representatif, tertata, serta mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern dan berdaya saing," ucap Mukhlisin.

Elshinta Peduli

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal menyebutkan ruang lingkup penataan kawasan tersebut meliputi pemotongan besi serta pembongkaran tiang monorel yang sudah tidak difungsikan.

Selain itu, lanjut dia, penataan koridor jalan akan mengusung konsep complete street, yakni konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif dengan memperhatikan seluruh pengguna jalan secara seimbang, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, hingga kendaraan bermotor.

"Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta tata jalan yang lebih tertib, aman, ramah lingkungan, serta mendukung mobilitas berkelanjutan. Penataan utilitas dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga akan dilakukan pada ruas jalan tersebut," ungkap Rifky.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan tersebut diikuti oleh sebanyak 60 peserta, baik pemilik gedung maupun unsur pemerintah setempat.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News