PKB resmi lantik 190 pimpinan wilayah, tekankan pengabdian dan pembelajaran
Sumber foto: Radio Elshinta/Arie Dwi Prasetyo
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi melantik jajaran pimpinan wilayah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia di Movenpick Hotel, kawasan Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2026). Total terdapat 190 pimpinan wilayah yang dilantik, terdiri dari Ketua Dewan Syuro DPW, Sekretaris Dewan Syuro DPW, Ketua DPW, Sekretaris DPW, dan Bendahara DPW.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembentukan kepengurusan DPW PKB di seluruh provinsi setelah melalui proses panjang dan seleksi ketat.
“Ya, alhamdulillah bersyukur akhirnya pengurus PKB provinsi DPW PKB se-Indonesia terbentuk setelah melalui proses yang panjang termasuk menggunakan ukuran-ukuran psikologi, indikasi kepemimpinan, dan berbagai tahapan-tahapan,” kata Cak Imin.
Dengan pelantikan ini, kepengurusan DPW PKB se-Indonesia resmi memasuki masa jabatan periode 2026–2031. Cak Imin menegaskan pengurus baru memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan memperluas dukungan masyarakat terhadap PKB.
“Nah, pengurus baru ini diharapkan akan menjaga suara PKB, yang pertama. Yang kedua, membawa panji-panji PKB kepada masyarakat supaya masyarakat semakin mencintai,” ujarnya.
Menurut Cak Imin, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi napas utama kerja partai di semua tingkatan. Ia menekankan bahwa PKB tidak boleh berhenti pada orientasi elektoral semata.
“Dengan cara apa? Dengan cara tiada hari tanpa pengabdian, tiada hari tanpa pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menyebut pengurus DPW PKB tidak hanya ditugaskan memenangkan pemilu, tetapi juga menyiapkan kader-kader yang mampu menjadi pemimpin legislatif dan eksekutif yang berkualitas. Selain itu, pengurus juga diminta mengawal kinerja anggota DPR dan DPRD agar sejalan dengan visi dan target partai.
Saat ditanya pesan khusus bagi pengurus baru, Cak Imin mengingatkan pentingnya kesiapan diri dan kemauan untuk terus belajar di tengah perubahan zaman.
“Ya, yang pertama tentu tidak boleh gegabah, harus betul-betul menyiapkan diri dengan kapasitas yang terus mau belajar, ya,” pungkasnya.
Pelantikan ini menjadi langkah konsolidasi PKB dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mempertegas orientasi partai sebagai kekuatan politik yang berfokus pada pelayanan, pengabdian, dan pengembangan kepemimpinan nasional. (Arie Dwi Prasetyo)


