Podcast HUT ke-26 Elshinta, Mentan bongkar mafia, klaim surplus beras
Menteri Pertanian Amran Sulaiman ungkap pernah ditawari uang 2 triliun oleh mafia pangan
Perayaan HUT ke-26 Radio Elshinta News and Talk menghadirkan sosok penting di balik kebijakan pangan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam wawancara podcast yang dipandu Pemimpin Redaksi Elshinta, Haryo Ristamaji, Mentan Amran memaparkan capaian, tantangan, sekaligus praktik mafia pangan yang ia hadapi.
Amran menegaskan, untuk pertama kalinya Indonesia mencatat surplus produksi beras sehingga tidak melakukan impor. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kebijakan strategis yang tepat serta dukungan penuh Presiden dalam memperkuat sektor pertanian.
“Salah satu kebijakan spektakuler yang mengubah persoalan pangan selama 65 tahun adalah pembenahan tata kelola pupuk. Kita benahi dari hulu hingga hilir,” tegas Amran di studio podcast Elshinta Menara Indomobil Jalan MT Haryono, Jakarta.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji di acara HUT ke-26 Radio Elshinta
Tak hanya bicara capaian, Amran juga mengungkap adanya praktik mafia di sektor pangan. Ia mengaku pernah ditawari imbalan besar saat berada di luar negeri.
“Saya ditawari, ada saksinya. Ditawari 5 sampai 10 persen, artinya lebih dari Rp2 triliun,” ungkapnya.
Seperti apa pola permainan mafia pangan? Bagaimana strategi Menteri Pertanian melawan mafia pangan?
Simak perbincangan selengkapnya hanya di Radio Elshinta dan seluruh platform media sosial Elshinta. (Nak)

