Seorang pemuda nekat ceburkan diri ke kali di Jakbar
Petugas dari BPBD Provinsi DKI Jakarta menyiapkan perahu karet untuk mencari seorang pria yang hilang di Kali Cengkareng Drain, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Risky Syukur
Seorang pemuda bernama Ilham Kaulid (22) nekat menceburkan diri ke Kali Cengkareng Drain, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu.
Dalam video amatir yang terekam warga, korban terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan saat berada di tengah aliran Kali Cengkareng Drain, sebelum akhirnya tenggelam terbawa arus.
alah satu saksi mata, Suwarno di Jakarta, Rabu, menuturkan korban diduga melompat dari jembatan sebelum terseret arus ke tengah kali.
“Awalnya pokoknya loncat dari jembatan. Lewat dari jembatan, tahu-tahu dia sudah pegangan tiang di tengah itu. Saya juga mau nolongin, bawa getek, mau jalan, tahu-tahu dia sudah lepas. Habis gimana, sudah sampai tengah. Masa saya mau nyebur,” ujarnya.
Menurut dia, korban sempat berupaya menyelamatkan diri meski tidak bisa berenang. “Ya dia menyelamatkan diri, namanya orang nggak bisa berenang ya sebisanya lah, tangannya,” ucap Suwarno.
Dia mengatakan banyak warga berusaha membantu, namun tidak berani turun ke kali karena arusnya yang deras dan berbahaya.
“Kalau warga banyak yang mau nolong, tapi dia sudah sampai tengah. Warga enggak berani turun,” ujarnya.
Petugas dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melakukan pencarian terhadap korban dengan mengerahkan perahu karet. Namun, hingga Rabu malam korban belum juga ditemukan.
Sementara itu, ayah korban, Nahuri, mengatakan sebelum kejadian anaknya berpamitan untuk melamar pekerjaan ke kawasan Muara Baru bersama tetangganya.
“Tadi kan dia mau ngelamar kerja ke Muara Baru. Saya izinin berdua sama tetangganya. Berangkat kok, tahu-tahu temannya balik ngasih kabar katanya anak saya nyebur ke kali,” ujar Nahuri.
Dia menduga adanya permasalahan pribadi yang dialami anaknya. “Awalnya itu ada istri orang suka sama dia. Pernah saya tegur, jangan lah. Tapi tetap nyamperin. Mungkin ya ini ya,” katanya.
Nahuri mengaku sangat terpukul atas peristiwa ini dan berharap anaknya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Sedih lah, Pak, namanya anak. Kalau bisa kan saya luruskan, saya bimbing yang lurus. Harapan saya sih kalau ditemukan masih hidup. Tapi kalau memang sudah enggak ada, ya kita pasrah kepada Allah,” tutup Nahuri.
Proses pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Kamis (29/1) pagi karena derasnya arus dan kondisi yang gelap.


