Akademisi: Sjafrie berpeluang di Pilpres 2029

Akademisi UNAS dan hasil survei IPI menilai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi menjadi figur baru Pilpres 2029 dengan elektabilitas 7,5 persen.

Update: 2026-03-03 03:33 GMT

Elshinta/ ADP

Indomie

Akademisi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta menilai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memiliki peluang muncul sebagai figur baru dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Posisi strategis di kabinet serta latar belakang kepemimpinan disebut menjadi modal politik penting bagi Sjafrie.

Akademisi UNAS Jakarta, Firdaus Syam, menyebut secara budaya politik, Sjafrie berpotensi menjadi “matahari baru” pada Pilpres mendatang.

"Menhan Sjafrie secara budaya politik memiliki peluang sebagai matahari baru dalam Pilpres 2029. Hal tersebut disebabkan, karena ia memegang posisi strategis dan punya karakter petarung karena berasal dari Indonesia Timur," jelas Firdaus Syam.

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik yang digelar Indonesia Youth Congress bertajuk “Posisi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Pilpres 2029: Jabatan Strategis dan Modal Politik” di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Menurut Firdaus, karakter kepemimpinan Sjafrie tidak terlepas dari latar belakang kultural. Ia menilai tokoh-tokoh dari Sulawesi dikenal berani, cerdas, dan memiliki semangat juang tinggi. Firdaus mencontohkan sejumlah figur nasional seperti B. J. Habibie, Jusuf Kalla, Amir Yusuf, hingga Sjafrie Sjamsoeddin.

Sementara itu, Peneliti Politik Milenial sekaligus Penulis Buku Demokrasi dan Populisme Islam, Gian Kasogi, menilai Sjafrie merupakan elite politik dengan posisi strategis dan memiliki jaringan inti Presiden Prabowo Subianto.

Elshinta Peduli

Di sisi lain, hasil survei terbaru Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru mulai masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029. Nama Sjafrie Sjamsoeddin tercatat bersama sejumlah kepala daerah dan menteri.

Peneliti IPI Abdan Sakura menyebut, berdasarkan survei tersebut, Sjafrie menempati peringkat ketujuh dengan elektabilitas 7,5 persen.

"Berdasarkan hasil survei terbaru kami, sejumlah wajah-wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029 seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa," ujar Abdan Sakura.

Abdan menjelaskan, elektabilitas Sjafrie bersaing ketat dengan sejumlah tokoh nasional lain, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia juga menguraikan sejumlah indikator yang memperkuat posisi Sjafrie, antara lain kepemimpinan dan ketokohan, rekam jejak, rekomendasi lingkungan dan media, serta integritas.

"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafri Syamsuddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral," jelas Abdan.

Dalam survei yang sama, puncak elektabilitas masih ditempati Presiden Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen) dan Ganjar Pranowo (9 persen).

Survei IPI dilakukan pada 30 Januari hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden di 35 provinsi dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei tercatat sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Arie Dwi Prasetyo)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News