Wagub Jatim pastikan korban keracunan MBG Mojokerto ditangani baik

Update: 2026-01-11 15:20 GMT

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Minggu (11/1/2026) ANTARA/HO-Pemprov Jatim

Elshinta Peduli

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak memastikan 261 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak dugaan keracunan di Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan penanganan medis.

"Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal agar para siswa siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapatkan penanganan terbaik, yang paling utama semua yang terdampak harus bisa mendapat penanganan medis" kata Wagub Emil Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Minggu.

Ia menekankan pentingnya penelusuran menyeluruh terhadap seluruh faktor yang berpotensi menjadi penyebab kejadian tersebut, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, hingga sistem distribusinya.

“Kita ingin memperoleh gambaran yang utuh agar ke depan sistem dapat diperbaiki dan diperkuat,” ujarnya.

Ia meminta semua pihak melakukan penelusuran, termasuk dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat diketahui secara jelas penyebab kejadian ini. Secara khusus Emil meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mengawal dan mendampingi proses ini.

"Kita harapkan ini bisa membantu mengerucutkan akar permasalahan," ucapnya.

Ia menegaskan akar permasalahan kejadian ini harus benar-benar dicari dan didapatkan agar menjadi bahan evaluasi dan perubahan yang lebih baik ke depan.

"Pemerintah provinsi dan Pemkab Mojokerto dalam posisi siap berikan dukungan terbaik kepada BGN untuk upaya penyempurnaan yang kita ikhtiarkan bersama-sama," ujarnya.

Wagub Emil juga menyampaikan seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban terdampak akan ditanggung pemerintah. Diketahui para korban banyak yang mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, salah satunya RSUD. Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.

Elshinta Peduli

Ia juga mengimbau agar masyarakat yang sebelumnya mendapatkan MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto dan mengalami keluhan mual dan muntah agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma'had An Nur Kutorejo Mojokerto agar mendapatkan perawatan dan penanganan terbaik.

"Kami mengimbau seluas-luasnya dan meminta semua yang merasa ada keluhan mual muntah jangan ada yang ditahan, atau diabaikan atau hanya diobati di rumah saja, mohon segera lapor khawatirnya tidak maksimal perawatannya," ucap Wagub Emil.

Selain ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma'had An Nur, Wagub Emil Dardak juga meninjau dan menjenguk para korban yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.

Sebelumnya ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, dan diare, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.

Diketahui pada Jumat (9/1) para penerima manfaat MBG yang terdampak secara medis ini mengkonsumsi soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.

Pada kesempatan itu Wagub Emil Dardak mengapresiasi seluruh elemen di Kabupaten Mojokerto yang tanggap dan merespon cepat kejadian ini, termasuk dari pihak Pesantren Ma'had An Nur dimana 160 santri pesantren ini turut terdampak secara medis.

"Kami mengapresiasi seluruh elemen yang ada di Kabupaten Mojokerto atas kebersamaan dan kecepatannya dalam menyikapi peristiwa ini, Pengasuh pondok pesantren juga memberikan kerjasama yang baik," ucapnya.

Turut hadir dalam peninjauan ini Sekda Kabupaten Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Dandim 0815/Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kabuoaten Mojokerto, Kepala Ruangan ICU dan Manajemen RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News