Wamenkomdigi kemukakan pemanfaatan AI untuk pengembangan pertanian
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengemukakan bahwa teknologi kecerdasan artifisial (ArtificiaI Intelligence/AI) bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengembangan usaha pertanian berkelanjutan.
"Adopsi teknologi terbaru, dalam hal ini artificial intelligence, sangat kritikal dan strategis untuk menopang pertumbuhan pertanian di Indonesia serta menjaga keberlanjutannya," kata Nezar dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi pada Minggu.
Menurut dia, teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk membantu pengaturan penanaman bibit, mendeteksi hama dan penyakit tanaman, memaksimalkan produktivitas lahan, serta melakukan otomatisasi perawatan tanaman.
Selain itu, ia melanjutkan, teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem distribusi produk pertanian serta melakukan analisis prediktif tentang ketersediaan pangan.
Nezar menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi AI di sektor pertanian membutuhkan fondasi jaringan telekomunikasi yang kuat.
"AI ini bekerja dengan data. Dan data ditransfer melalui jaringan telekomunikasi. Karena itu infrastruktur telekomunikasi menjadi prasyarat di tingkat elementer, di tingkat fundamental," katanya.
Oleh karena itu, Nezar mengatakan, pemerintah berkomitmen memacu pembangunan infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Konektivitas yang merata diharapkan dapat mendukung upaya pengembangan usaha ekonomi yang mensejahterakan di seluruh daerah.

