Warga Sangatta meninggal kecelakaan dengan bus tambang
Polisi saat di TKP usai tabrakan maut yang melibatkan bus perusahaan tambang batu bara terbesar berlokasi di Sangatta, Kaltim. ANTARA/HO-Polres Kutai Timur.
Kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan bus karyawan perusahaan tambang batu bara terbesar mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
“Begitu menerima laporan melalui Call Center 110, personel Polres Kutim segera bergerak cepat ke TKP untuk memberikan bantuan penanganan awal serta mengevakuasi korban,” kata Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto di Sangatta, Kamis.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Yos Sudarso IV Road 9 tepatnya setelah Kantor PMI Kecamatan Sangatta Utara pada Rabu (28/1) malam, sekitar pukul 20.15 Wita.
Insiden ini melibatkan satu unit bus Mercedes Benz warna putih sebagai kendaraan operasional PT KPC bernomor polisi L-7646-UA dengan satu unit sepeda motor Yamaha Mio 125.
Akibat benturan keras, pengendara sepeda motor berinisial A (25) meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara.
Korban mengalami luka berat pada bagian dada dan leher setelah tubuhnya masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.
Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan Abdul Asis melaju dari arah Bengalon dengan kecepatan sedang.
Pada saat bersamaan, sepeda motor korban datang dari arah kiri bus dengan kecepatan yang terbilang cukup tinggi.
Korban diduga kehilangan kendali alias oleng saat berupaya menghindari lubang yang menganga di badan jalan.
Upaya penghindaran tersebut gagal sehingga korban terjatuh dan masuk ke jalur lintasan bus hingga terjadi kecelakaan fatal.
Fauzan menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi kejadian memang diketahui sempit dan berlubang sehingga rawan kecelakaan.
Situasi diperparah dengan kondisi malam hari dan arus lalu lintas yang cukup ramai yang memengaruhi jarak pandang pengendara.
Jasad korban selanjutnya dievakuasi oleh petugas menuju RSUD Kudungga Sangatta untuk penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, bus perusahaan tidak mengalami kerusakan, sedangkan sepeda motor korban mengalami lecet pada bodi depan kanan.
Polres Kutai Timur merespons cepat dengan mengerahkan personel Pamapta Regu III, Piket Laka Lantas, dan Sat Samapta ke lokasi.
Petugas kepolisian langsung melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk mencegah kemacetan panjang pascakejadian.
Pendataan terhadap saksi-saksi mata di lokasi juga dilakukan sebagai bagian dari prosedur operasional standar penyelidikan.
Kapolres mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan yang rusak.
“Keselamatan adalah yang utama, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan terutama pada malam hari,” pungkasnya.


