Aturan buka puasa di Transjakarta & KRL 2026: Durasi dan syaratnya
Panduan aturan buka puasa di Transjakarta, KRL, MRT, dan LRT selama Ramadan 2026. Cek durasi maksimal, makanan yang diperbolehkan, serta larangan agar tetap nyaman di perjalanan.
Aturan buka puasa di Transjakarta & KRL 2026: Durasi dan syaratnya (Sumber:freepik.com)
Menjalankan ibadah puasa di tengah padatnya aktivitas Jakarta tentu bukan hal mudah. Bagi para pekerja dan pelajar yang mengandalkan transportasi umum, waktu azan Maghrib sering kali tiba saat masih berada di dalam bus atau gerbong kereta.
Kabar baiknya, operator transportasi publik seperti Transjakarta, KAI Commuter, MRT Jakarta, serta LRT Jabodebek kembali memberlakukan kebijakan khusus selama Ramadan 2026. Meski diperbolehkan, ada aturan durasi dan jenis konsumsi yang harus dipatuhi demi menjaga kenyamanan bersama.
Aturan resmi buka puasa di transportasi umum jakarta 2026
Secara umum, seluruh moda transportasi mengizinkan penumpang untuk berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba. Namun, kebijakan ini hanya berlaku untuk makanan ringan atau takjil, bukan untuk makan besar.
Tujuan aturan ini adalah menjaga kebersihan, menghindari bau menyengat, serta memastikan kenyamanan seluruh penumpang di ruang yang terbatas. Selain itu, durasi berbuka juga dibatasi sesuai kebijakan masing-masing operator.
Karena itu, penumpang disarankan menyiapkan bekal praktis seperti air mineral, kurma agar proses berbuka bisa dilakukan dengan cepat dan tidak mengganggu perjalanan.
Aturan di KRL Jabodetabek: Durasi lebih fleksibel
Bagi pengguna layanan dari KAI Commuter, aturan berbuka puasa tergolong paling longgar dibandingkan moda lain.
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Durasi: Maksimal 1 jam sejak waktu berbuka puasa tiba
- Yang diperbolehkan: Air mineral, kurma atau buah yang tidak berbau tajam
- Yang dilarang: Makanan berat seperti nasi dan lauk, makanan siap saji
- Minuman yang tidak diperbolehkan: Kopi, minuman bersoda, sirup
Meski durasinya lebih panjang, penumpang tetap diimbau makan secukupnya dan menjaga kebersihan selama berada di dalam kereta.
Durasi buka puasa di Transjakarta, MRT, dan LRT
Pada layanan Transjakarta, penumpang diperbolehkan berbuka dengan air mineral, kurma, atau makanan ringan selama maksimal 10 menit setelah azan. Jika ingin menikmati makanan lebih lengkap, penumpang bisa membelinya di area komersial yang tersedia di beberapa halte.
Sementara itu, di layanan MRT Jakarta, aturan lebih ketat. Penumpang hanya diperbolehkan mengonsumsi air mineral dan kurma dalam waktu maksimal 10 menit. Minuman seperti teh, kopi, atau minuman berwarna tidak diperkenankan.
Untuk LRT Jabodebek, waktu berbuka diberikan sejak azan Maghrib hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Sedangkan pada LRT Jakarta, durasi mengikuti ketentuan umum, yaitu sekitar 10 menit setelah waktu berbuka.
Daftar makanan yang sebaiknya dihindari
Agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain atau mendapat teguran petugas, sebaiknya hindari membawa makanan berikut saat berbuka di kendaraan umum:
- Makanan berat seperti nasi dan lauk pauk
- Makanan siap saji seperti burger, pizza, atau mi instan cup
- Makanan berkuah atau berisiko tumpah
- Makanan dengan aroma tajam, termasuk gorengan dengan berbau menyengat
Memilih makanan praktis dan tidak berbau akan membuat suasana di dalam kendaraan tetap nyaman.
Etika berbuka agar tetap nyaman dan bersih
Meskipun diperbolehkan, menjaga kebersihan adalah tanggung jawab setiap penumpang. Selalu simpan sampah di tas atau kantong plastik pribadi hingga menemukan tempat sampah di stasiun atau halte.
Selain itu, usahakan makan dan minum secukupnya tanpa mengganggu ruang gerak penumpang lain. Hindari membuka banyak kemasan atau menyebarkan remah makanan di area tempat duduk.
Dengan memahami aturan dan etika ini, perjalanan pulang saat Ramadan tetap lancar dan ibadah puasa bisa dijalankan dengan tertib. Persiapan sederhana seperti membawa air mineral dan kurma akan sangat membantu, terutama bagi para commuter yang harus berbuka di tengah perjalanan.


