Tips packing baju mudik di tas ransel agar muat banyak

Pelajari tips packing baju mudik di tas ransel agar muat banyak, tetap rapi, dan nyaman dibawa. Gunakan teknik menggulung, packing cube, dan trik hemat mudik.

Update: 2026-02-24 13:22 GMT

Tips packing baju mudik di tas ransel agar muat banyak (Sumber: AI generate image)

Indomie

Packing baju mudik di tas ransel agar muat banyak selalu jadi momen yang paling ditunggu setiap tahunnya. Namun, keseruan mudik sering tertutup oleh kerepotan membawa barang bawaan. Tas ransel jadi favorit karena mudah dibawa ke stasiun, terminal, atau bahkan saat naik ojek online.

Dengan tips packing baju yang tepat, kamu bisa menata baju lebih rapi, memaksimalkan ruang, dan tetap nyaman dibawa. Selain itu, packing yang efisien juga mengurangi risiko pakaian kusut atau barang tercecer saat perjalanan panjang.

Teknik menggulung baju yang benar untuk menghemat ruang 

Menggulung baju masih menjadi teknik paling efektif. Dibanding lipatan konvensional, gulungan mampu meminimalkan udara yang terperangkap di kain dan mengurangi kerutan.

Mulai dengan membentangkan kaos, lipat sedikit bagian bawah sebagai pengunci, lalu gulung dari kerah ke bawah dengan tekanan merata. Teknik ini cocok untuk kaos, jersey, atau celana katun.

Bisa menghemat ruang hingga 40%, sekaligus menjaga pakaian tetap rapi. Untuk pakaian formal, selipkan tisu tipis agar kain tidak bergesekan. Dengan cara ini, lebih banyak baju bisa masuk tanpa membuat ransel melembung.

Pisahkan pakaian berdasarkan kategori

Packing acak sering bikin pusing saat sampai di tujuan. Pisahkan baju harian, santai, dan formal. Letakkan pakaian yang akan dipakai pertama di atas agar mudah diakses, sedangkan baju yang jarang dipakai bisa di bawah atau di sisi ransel.

Elshinta Peduli

Dengan sistem ini, kamu tidak perlu membongkar seluruh tas hanya untuk mengambil kaos kaki atau baju ganti. Kerapian sejak awal packing membuat pengalaman mudik lebih praktis dan bebas stres.

Manfaatkan packing cube atau kantong vakum

Packing cube membantu menata pakaian agar tidak bergeser, memisahkan jenis pakaian, dan mempermudah sortir di tujuan. Satu cube bisa untuk atasan, satu untuk bawahan, dan satu untuk pakaian santai.

Jika ingin lebih hemat ruang, kantong vakum manual bisa menekan volume pakaian hingga 50%. Selain hemat tempat, kantong ini juga melindungi pakaian dari kelembapan atau tumpahan toiletries.

Susun barang berat di bagian bawah ransel

Letakkan barang berat di dasar ransel, seperti sepatu atau jaket tebal. Pakaian ringan bisa diletakkan di atas. Distribusi beban yang tepat mencegah punggung cepat pegal, menjaga stabilitas ransel, dan membuat perjalanan lebih nyaman.

Beban seimbang juga penting saat harus berdiri lama di transportasi umum atau berjalan jauh di stasiun. Ransel stabil membuat mobilitas lebih lincah, tubuh tidak cepat lelah, dan tulang belakang lebih aman.

Manfaatkan ruang kosong untuk aksesoris kecil

Ruang kecil di antara gulungan baju bisa diisi kaos kaki, pakaian dalam, charger, atau aksesoris lainnya.

Jangan lupa sediakan botol air mineral dan suplemen energi di kantong samping ransel agar tubuh tetap terhidrasi dan fokus saat berada di keramaian selama perjalanan.

Pilih bahan baju yang cepat kering dan ringan 

Prioritaskan pakaian berbahan katun tipis, polyester, atau linen. Bahan cepat kering memudahkan cuci darurat di rest area dan mengurangi jumlah pakaian yang harus dibawa. Hindari jeans tebal atau sweater berat karena sulit dikompres dan memakan banyak ruang.

Checklist terakhir dan pengamanan tas 

Sebelum menutup ransel, pastikan barang penting seperti dompet, tiket, dan identitas berada di kompartemen aman tapi mudah dijangkau. Gunakan strap tambahan agar ransel tidak bergoyang. Periksa semua ritsleting dan kunci tambahan untuk mencegah kehilangan barang di keramaian.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News