Menbud tekankan upaya kolaboratif dalam pelestarian cagar budaya

Update: 2026-04-05 11:40 GMT

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau bangunan cagar budaya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

Indomie

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menekankan upaya pelestarian bangunan cagar budaya perlu melibatkan seluruh pihak guna menjaga warisan budaya agar bisa lestari dan berkelanjutan.

"Kita harus sama-sama menjaga warisan budaya ini. Kita akan terus mendukung dan memanfaatkan bersama-sama supaya warisan budaya ini bisa lestari dan berkelanjutan. Kita akan fokus untuk mendukung kemajuan kebudayaan, termasuk cagar budaya Paseban Tri Panca Tunggal ini," kata Fadli Zon saat meninjau Gedung Paseban Tri Panca Tunggal dan Gedung Kesenian Raksa Wacana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dia menegaskan bahwa kunjungan ke Gedung Paseban Tri Panca Tunggal dan Gedung Kesenian Raksa Wacana menandai komitmen perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap keberlangsungan bangunan cagar budaya di wilayah tersebut.

Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, sebuah bangunan cagar budaya yang terletak di Kelurahan Cigugur, merupakan monumen bersejarah sekaligus simbol filosofis sebuah “rahim” budaya. Di dalam dinding-dindingnya, masyarakat adat penganut Sunda Wiwitan (Masyarakat Adat Karuhun Urang/AKUR) menjaga ajaran Sunda Wiwitan yang menekankan pada lima kesempurnaan manusia.

Sebagai pusat dari ajaran Sunda Wiwitan, Paseban juga menjadi tempat lahirnya tradisi Seren Taun yakni upacara syukur panen yang menjadi simbol kedaulatan pangan dan harmoni masyarakat dengan alam.

Melanjutkan kunjungan, Fadli turut meninjau Gedung Kesenian Raksa Wacana. Dia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pelestarian mulai dari tingkat kementerian, pemerintah daerah, hingga individu.

Elshinta Peduli

"Hadirnya gedung-gedung kesenian di setiap kabupaten sangat penting. Kita akan ikut mendukung revitalisasi gedung-gedung kesenian, taman-taman budaya, museum-museum, dan harus melibatkan semua pihak dari Kementerian Kebudayaan, provinsi, kabupaten, dan pihak swasta serta individu-individu filantropis yang peduli kepada kesenian dan kebudayaan," ujar dia.

Gedung Kesenian Raksa Wacana lahir dari visi besar H. Aang Hamid Suganda, salah satu tokoh kunci pembangunan di Kuningan. Nama “Raksa Wacana” sendiri membawa pesan mendalam dalam budaya Sunda yang berarti “menjaga amanah” atau “memelihara ucapan”.

Visi tersebut tidak hanya berakar dari bidang seni, namun, juga diwujudkan secara nyata melalui bantuan ekonomi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Raksa Wacana Agri Purnama yang berdiri sejak 1995.

Kini, Gedung Kesenian Raksa Wacana bertransformasi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mulai mengenal dan mencintai akar budayanya sejak dini. Melalui langkah kolaboratif ini, Fadli menyatakan Kemenbud terus memperkuat upaya pelindungan dan pemajuan warisan budaya bangsa.

Dengan dukungan fisik yang memadai dan agenda kegiatan yang terencana, kata Menbud Fadli Zon, diharapkan gedung-gedung kesenian di seluruh Indonesia dapat tumbuh menjadi ruang budaya yang semakin dinamis, sekaligus mampu mencetak generasi kreatif yang mencintai identitas bangsa.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News