Panduan kurban lengkap: Niat, tata cara, dan syaratnya
Panduan kurban lengkap dengan niat, tata cara, syarat hewan, waktu pelaksanaan, dan pembagian daging kurban sesuai syariat untuk ibadah kurban yang sah.
Panduan kurban lengkap: Niat, tata cara, dan syaratnya. (Sumber: Freepik)
Pelaksanaan ibadah di hari raya Idul Adha memerlukan pemahaman mendalam agar proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam melalui panduan kurban yang lengkap seperti niat, tata cara, dan syaratnya. Idul Adha 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan Juni 2026, di mana umat Muslim akan melaksanakan penyembelihan hewan ternak. Untuk itu berikut rincian penting dalam prosesi kurban mulai dari niat, syarat, waktu pelaksanaan, hingga tata cara dan pembagian daging kurban.
Apa itu kurban dan bagaimana landasan syariatnya?
Kurban, dalam Islam juga disebut udhiyah, adalah penyembelihan hewan tertentu pada hari Idul Adha dan tiga hari tasyrik sebagai bentuk ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT berdasarkan perintah Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini meneladani peristiwa Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengurbankan putranya sebelum diganti oleh Allah dengan hewan sembelihan.
Niat menyembelih hewan kurban
Bagian awal dari pelaksanaan kurban adalah niat. Karena segala sesuatu berawal dan tergantung dari niat. Niat kurban dilakukan sebelum atau saat penyembelihan hewan dengan mengarahkan niat hanya karena Allah SWT. Niat yang umum digunakan adalah:
بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ
“Bismillahi wallahu akbar, Allahumma hadza minka wa laka, hadza ‘anni (atau ‘an fulan)."
Artinya: dengan menyebut nama Allah, Ya Allah terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad. (HR. Muslim no. 1967)
Syarat orang yang ingin berkurban
Sebelum melakukan kurban, seseorang harus memenuhi sejumlah syarat seperti, beragama Islam, sudah baligh dan berakal sehat, merdeka, serta memiliki kemampuan finansial lebih dari kebutuhan pokok (mampu secara ekonomi). Syarat ini agar ibadah kurban hanya dilakukan oleh yang memenuhi ketentuan syariat dan mampu secara materiil sehingga umat muslim yang tidak mampu tak diberatkan.
Syarat hewan yang dikurbankan
Tidak semua hewan boleh dijadikan sebagai kurban. Hewan yang sah adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta yang sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal sesuai ketentuan syariat. Secara umum, kambing dan domba minimal satu tahun (domba dapat sah jika berusia 6 bulan dan sehat), sapi/kerbau minimal dua tahun, dan unta minimal lima tahun. Hewan juga tidak boleh buta, pincang berat, terlalu kurus, atau memiliki cacat fisik serius yang membatalkan sahnya kurban.
Waktu pelaksanaan kurban yang sah
Waktu pelaksanaan kurban dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Idul Adha hingga sebelum matahari terbenam pada akhir hari tasyrik (umumnya tanggal 13 Dzulhijjah). Penyembelihan sebelum waktu ini tidak dihitung sebagai kurban menurut syariat, tetapi hanya daging biasa.
Tata cara penyembelihan hewan kurban
Dalam tata cara penyembelihan hewan kurban, penyembelihan harus dilakukan dengan alat yang tajam agar mengurangi penderitaan hewan, dilakukan oleh orang yang kompeten (Muslim, baligh, dan mampu), serta menghadap kiblat. Bacaan basmalah dan takbir harus diucapkan sebelum melaksanakan penyembelihan. Hewan tidak boleh disiksa atau disembelih dengan cara yang menyebabkan penderitaan yang tidak perlu.
Pembagian daging kurban menurut syariat
Setelah penyembelihan, pembagian daging kurban juga memiliki tata aturan. Umumnya hal ini dilakukan dengan membagi daging menjadi tiga bagian. Satu bagian untuk keluarga yang berkurban, satu bagian untuk kerabat atau teman, dan satu bagian untuk orang miskin atau yang membutuhkan. Menjual bagian daging kurban tidak diperbolehkan, karena tujuan utamanya adalah berbagi dan memberi.
Etika terbaik ketika berkurban
Selain syarat dan tata cara do atas, etika berkurban juga penting. Hewan yang akan dikurbankan sebaiknya diberi makan dan air sebelum hari penyembelihan, dipilih yang sehat dan layak, serta pembagian daging dilakukan dengan adil dan penuh hormat. Semua hal ini tentu akan nilai solidaritas dan rasa kemanusiaan dalam diri umat muslim.
Kurban merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan mengikuti panduan kurban yang lengkap ini, mulai dari niat, tata cara, hingga syaratnya secara benar, umat Muslim dapat memastikan ibadah kurban yang sah dan bermakna.


